Filipina Isyaratkan Ingin Menentang China dalam Sengketa Maritim

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: dok).

Rencana Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk mengerahkan pasukan ke pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Selatan dan secara pribadi memancang bendera di sana menunjukkan negara itu sudah jemu dengan ekspansi maritim China, meskipun hubungan bersahabat sejak Oktober.

Duterte mengatakan kepada wartawan hari Kamis (6/4) bahwa dia akan mengirim pasukan ke sembilan pulau kecil di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan yang berada di sebelah barat kepulauan utama Filipina.

Brunei, China, Malaysia, Taiwan dan Vietnam memiliki klaim dalam kepulauan yang sama. Pengumumannya pada hari Kamis juga menyerukan pembangunan atau perbaikan fasilitas baru di bagian Spratly yang dimiliki Filipina kata media berita di Manila.

China menyuarakan kekagetan dan keprihatinan tentang perkembangan terbaru itu pada konferensi pers reguler Jumat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan Beijing sedang berbicara dengan Filipina tentang rencana penempatan itu dan berharap dapat menyelesaikan masalah ini segera.

Para pengamat mengatakan China mungkin tidak memberikan respons kuat untuk penempatan pasukan di Spratly itu. [as]