Dubes AS: Standar Keadilan Israel Berbeda untuk Warga Yahudi dan Palestina

Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Daniel B. Shapiro (foto: dok).

Duta Besar AS untuk Israel Daniel Shapiro hari Senin (18/1) menuduh Israel memiliki standar keadilan berbeda untuk warga Yahudi dan Palestina.

Duta Besar Amerika untuk Israel Daniel Shapiro mengatakan pada konferensi keamanan di Tel Aviv hari Senin (18/1) bahwa terlalu banyak vigilantisme Yahudi (tindakan warga Yahudi untuk main hakim sendiri, red.) dibiarkan merajalela oleh Israel.

“Terlalu banyak serangan terhadap warga Palestina yang tidak disidik atau ditanggapi secara serius oleh pihak penguasa Israel,” ujar Shapiro.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut komentar Shapiro tidak benar dan tidak dapat diterima.

Pernyataan itu dikeluarkan pada hari pemakaman bagi seorang ibu Yahudi yang ditikam 6 kali sampai mati di rumah kediamannya oleh seorang Palestina. Penyerang itu masih buron.

Juga hari Senin, seorang penjaga keamanan Yahudi menembak seorang Palestina yang menikam seorang perempuan hamil di permukiman Tepi Barat. Perempuan itu diduga akan sembuh, dan janin yang dikandungnya tidak cedera.

Duta Besar Shapiro juga mengatakan hari Senin, Amerika “prihatin dan khawatir” dengan kegiatan pemukiman Israel di Tepi Barat – bagian-bagian wilayah yang diinginkan oleh Palestina untuk menjadi negara masa depan mereka.

Shapiro mengatakan itu menimbulkan keraguan mengenai komitmen Israel mengenai kemerdekaan Palestina pada suatu hari nanti.

Netanyahu sekali lagi menyalahkan yang disebutnya penghasutan oleh pimpinan Palestina untuk menimbulkan kekerasan dan penolakan mereka untuk mengakui negara Yahudi sebagai penyebab gagalnya diplomasi.

Penikaman di Tepi Barat itu merupakan bagian dari gelombang kekerasan Israel – Palestina selama empat bulan yang dipicu oleh desas-desus bahwa Israel sedang merencanakan pengambil- alihan tempat suci Jerusalem Timur yang dianggap suci oleh umat Muslim maupun Yahudi.

Dua puluh tiga warga Israel dan paling sedikit 136 warga Palestina telah tewas sejak bulan September. [sp/ds]