China Kirim Sinyal Tak Jelas Soal Sanksi terhadap Korea Utara

Kapal Kargo (kanan) di sungai Yalu, Sinuiju, di seberang kota Dandong di perbatasan China (Foto: dok).

China mengirimkan sinyal yang saling bertentangan mengenai dukungannya terhadap sanksi internasional baru yang keras terhadap Korea Utara.

PBB mengadopsi sanksi yang diperluas itu pada tanggal 2 Maret untuk menghukum pemerintah Kim Jong-un karena melakukan uji coba nuklir keempat dan meluncurkan roket jarak jauh yang lain sebelumnya tahun ini.

China dan Amerika Serikat berkerja sama dalam membuat sanksi baru yang menuntut agar inspeksi wajib segera dilaksanakan bagi semua impor Korea Utara dan melarang sebagian besar ekspor mineral.

Penegakan sanksi internasional ini oleh Beijing dianggap penting karena 90 persen perdagangan Korea Utara mengalir ke atau melalui China.

Para pemimpin China telah berjanji untuk mendukung sanksi itu, namun belum mengumumkan langkah-langkah khusus untuk melaksanakannya. [as/lt]