AS Anggap Tawaran Iran soal Program Nuklirnya, Sikap Manis yang Menghina

Utusan AS ke pertemuan IAEA di Wina, Glyn Davies, meragukan kesungguhan Iran dalam keterbukaan program nuklirnya (12/9).

Utusan AS ke IAEA, Glyn Davies mengatakan Iran 'mencemooh' kewajibannya dengan melanjutkan kegiatan nuklirnya yang sensitif.

Seorang pejabat Amerika telah mengkritik tawaran Iran untuk lebih terbuka tentang kegiatan nuklirnya sebagai sikap manis yang tidak menyelesaikan masalah internasional tentang kemungkinan ancaman dari program tersebut.

Utusan AS Glyn Davies mengatakan Rabu bahwa Iran "mencemooh" kewajibannya dengan melanjutkan kegiatan nuklir yang sensitif meskipun Keamanan Dewan PBB menuntut agar kegiatan itu dihentikan. Dia berbicara pada pertemuan dewan pengatur badan nuklir PBB (IAEA) di Wina.

Davies juga mengatakan surat Iran baru-baru ini kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton tidak berisi komitmen baru untuk mengatasi kekhawatiran internasional tentang kemungkinan Iran memproduksi hulu ledak nuklir.

Kepala Badan PBB itu, Yukiya Amano Senin mengatakan ia "semakin khawatir" tentang inteligen baru dari para anggota badan itu yang menunjukkan Iran terlibat dalam percobaan tersebut.

Amano mengatakan Iran menunjukkan "transparansi yang lebih besar" dari biasanya tentang program nuklirnya tetapi tidak memberi "kerjasama yang diperlukan" dengan badan itu dalam masalah nuklir.

Uni Eropa mengatakan dalam pertemuan IAEA Rabu bahwa laporan Amano ke badan itu menunjukkan Iran "maju dalam arah yang sangat memprihatinkan."

Iran mengatakan program nuklirnya bertujuan damai dan hanya untuk menghasilkan listrik.