Aktivitas Warga di New York Berjalan Seperti Biasa pasca Serangan Teror

Para pelajar New York masuk sekolah seperti biasa melewati kawasan yang diberi tanda penghalang oleh polisi di dekat lokasi serangan di Manhattan bawah, Rabu (1/11).

Sehari setelah delapan orang tewas oleh seorang pria yang mengemudikan truk pick-up ke jalur sepeda di Manhattan, bisnis buka seperti biasa di kota New York.

Meskipun lokasi serangan itu tetap ditutup dan dikawal oleh polisi, warga New York, yang merayakan Halloween tadi malam, pergi bekerja, bersekolah, dan bahkan kembali bersepeda pada hari Rabu (1/11).

"Saya baru saja bersepeda 33 km dari rumah saya," Joe Lepore, seorang warga New York berusia 58 tahun, mengatakan kepada VOA.

"Saya bangun pagi ini berang, dalam benak saya, saya tidak akan diteror oleh teror, saya akan berada di luar sini menjalani hidup saya," katanya, menambahkan bahwa kejadian tersebut "tragis" dan dia masih merasa "tertegun”.

Ashlee Smith, seorang mahasiswa di Bourough of Manhattan Community College mengatakan, tinggal di sebuah kota besar dan ikonik, orang-orang New York selalu waspada dan sadar akan ancaman yang mungkin terjadi.

"Bukannya kita mengharapkan hal seperti ini terjadi, tapi kita tahu bahwa kita adalah sasaran ... jadi saya pikir kita selalu waspada terhadap hal-hal yang terlihat sedikit aneh," katanya kepada VOA.

Meskipun kota ini telah meningkatkan keamanan, pihak berwenang mengatakan, tidak ada ancaman kredibel lagi. Maraton New York, yang diikuti lebih dari 50.000 pelari akan terus dilaksanakan sesuai rencana pada hari Minggu (5/11). [ps/al]