Aktivis Pertanyakan Sikap China Atas Pembunuhan Misionaris di Pakistan

Pastor Tao Chongyin (kiri) bersama anggota gereja Fan Liang'an di depan Gereja Kristen Wuxi bertuliskan "Gereja Yesus" di Longwan, Wenzhou, Provinsi Zhejiang, bagian timur China, 15 JUli 2014 (Foto: dok).

Para aktivis hak beragama mempertanyakan penanganan pihak berwenang China setelah dua orang misionaris dari China, yang baru-baru ini diculik dan dibunuh oleh ISIS di Pakistan.

Para aktivis mengatakan pemerintah China bukannya menghibur para keluarga dan teman kedua misionaris itu, malah menggunakan tragedi itu sebagai alasan untuk menindas gereja-gereja keluarga dan kaum Kristen di Wenzhou, kota pelabuhan di provinsi Zhejiang, di bagian timur China.

Jonathan Liu, pendeta gereja Chinese Christian Fellowship of Righteousness yang berbasis di San Fransisco, mengatakan polisi di Wenzhou telah menahan empat pemimpin gereja yang menugaskan kedua misionaris itu ke Pakistan.

“China seharusnya menganggap pembunuh bertanggung jawab, tetapi sebaliknya polisi sekarang telah menangkap para anggota keluarga, teman dan teman sekerja korban dari gereja mereka,” kata Liu, berdasarkan keterangan terbaru dari seorang pendeta di Wenzhou. [gp]