Tautan-tautan Akses

Tiba di Meksiko,Tim Robotik Afghanistan Siap Buka Lembaran Baru


Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard (kiri) menyambut empat wanita Afghanistan, anggota tim Robotika Afghanistan, setibanya di Bandara Internasional Benito Juarez, Mexico City, 24 Agustus 2021. (PEDRO PARDO / AFP)

Setelah melintasi enam negara dalam proses evakuasi dari Afghanistan, tim robotik Afghanistan yang semua anggotanya perempuan tiba dengan selamat di Meksiko pekan lalu. Mereka mengatakan tidak ingin larut dalam kesedihan dan ingin segera memulai babak baru.

“Kami tidak ingin kisah kami berakhir di tangan Taliban. Kami ingin terus melanjutkan jalur yang telah kami mulai, melanjutkan pencapaian, pencapaian kami, melanjutkan mimpi kami menjadi kenyataan. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk meninggalkan Afghanistan dan pergi ke tempat yang aman.”

Demikian Saghar, salah seorang dari empat remaja putri Afghanistan, yang tiba di Meksiko pekan lalu. Saghar memohon agar pers tidak menyebut nama belakangnya demi keselamatan keluarganya yang masih berada di Afghanistan.

Beberapa anggota asli tim robotika Afghanistan, menghadiri konferensi pers setibanya di Bandara Internasional Benito Juarez di Mexico City, Selasa, 24 Agustus 2021. (AFP)
Beberapa anggota asli tim robotika Afghanistan, menghadiri konferensi pers setibanya di Bandara Internasional Benito Juarez di Mexico City, Selasa, 24 Agustus 2021. (AFP)

Empat remaja putri, ditemani seorang perempuan dan laki-laki dewasa, tiba di Meksiko setelah melintasi enam negara dalam proses keluar dari Afghanistan. Tim robotik yang seluruh anggotanya perempuan ini dikenal dunia dengan nama “The Afghan Dreamers.” Mereka mencuri perhatian publik untuk pertama kalinya pada 2017, ketika ditolak memperoleh visa guna mengikuti kompetisi robotik "World Robot Olympiad" di Washington DC. Penolakan ini memicu kecaman luas dunia internasional.

Sejak saat itu gadis-gadis ini telah menjadi simbol harapan dan persatuan di Afghanistan, mendorong dukungan dan fans yang sangat luar baisa di seluruh dunia. Tahun 2020 lalu kelima siswi ini menjadi berita utama lagi karena membangun ventilator yang sangat dibutuhkan dari suku cadang mobil bekas.

Martha Delgado, Wakil Menteri Urusan Multilateral dan Hak Asasi Manusia di Kementerian Hubungan Luar Negeri Meksiko berbicara dengan anggota tim robotika perempuan Afghanistan di Mexico City, Rabu, 25 Agustus 2021.
Martha Delgado, Wakil Menteri Urusan Multilateral dan Hak Asasi Manusia di Kementerian Hubungan Luar Negeri Meksiko berbicara dengan anggota tim robotika perempuan Afghanistan di Mexico City, Rabu, 25 Agustus 2021.

Diwawancarai Associated Press, Saghar mengatakan tim mereka adalah tipe orang yang memutuskan untuk mencapai prestasi tinggi. “Cita-cita kami di bidang robotika itu membahayakan keluarga kami. Kami ingin tetap meraih kesempatan (mencapai cita-cita setinggi-tingginya) dan sekaligus menyelamatkan keluarga kami,” ujar Saghar, yang kini berusia

Saghar mengatakan sangat ingin terus melakukan apa yang selama ini dilakukan, sambil menyelamatkan mereka-mereka yang tertinggal di Afghanistan telah pemerintah Amerika menarik mundur seluruh pasukan pada 31 Agustus lalu.

“Kami sangat prihatin dengan apa yang akan terjadi pada tanah air kami. Banyak orang meninggalkan Afghanistan, tetapi masih banyak anak perempuan yang punya cita-cita, dan kami berharap negara-negara di seluruh dunia membantu Afghanistan mencapai perdamaian agar anak-anak perempuan dapat memiliki kesempatan dan melanjurkan jalur yang mereka inginkan.”

Empat wanita Afghanistan, anggota tim Robotika Afghanistan, tiba di Bandara Internasional Benito Juarez, Mexico City, 24 Agustus 2021.
Empat wanita Afghanistan, anggota tim Robotika Afghanistan, tiba di Bandara Internasional Benito Juarez, Mexico City, 24 Agustus 2021.

Keempat remaja putri itu memutuskan untuk meninggalkan tanah air mereka satu atau dua bulan lalu sebelum kota di mana mereka bermukim di bagian barat Herat jatuh ke tangan Taliban pada awal Agustus lalu. Ketegangan pun tak terhindarkan.

Menteri Dalam Negeri Meksiko Olga Sanchez Cordero mengatakan Meksiko memberikan suaka “pada warga Afghanistan yang menginginkannya.” Selain keempat anggota “The Afghan Dreamers” itu, Meksiko juga menyambut 124 pekerja media dan keluarga mereka, yang juga melarikan diri karena kembali berkuasanya Taliban.

Departemen Hubungan Luar Negeri Meksiko mengatakan warga Afghanistan yang bekerja untuk New York Times dan “berbagai kantor media lainnya” telah meminta visa kemanusiaan karena Taliban dikenal kerap berlaku kejam terhadap wartawan.

Tawaran Meksiko untuk menjadi tempat berlindung wartawan-wartawan Afghanistan bertolakbelakang dengan ketidakmampuan negara itu melindungi wartawan-wartawannya sendiri.

Remaja dari Afghanistan Robotic House, lembaga pelatihan swasta, mengerjakan robot di pusat Better Idea Organization di Herat, 2 Juli 2017.
Remaja dari Afghanistan Robotic House, lembaga pelatihan swasta, mengerjakan robot di pusat Better Idea Organization di Herat, 2 Juli 2017.

Tetapi Meksiko mengatakan “The Afghan Dremers” akan diijinkan untuk menentukan kemana mereka ingin pergi, negara mana yang mereka harapkan akan memberikan suaka, dan apa yang ingin mereka lakukan.

Pejabat di Kantor Hubungan Luar Negeri Meksiko Martha Delgado mengatakan, "Meksiko adalah tempat terbaik di mana saya yakin mereka berkesempatan merefleksikan diri, dan kemudian memutuskan apa yang ingin mereka lakukan. Meksiko tidak akan memaksa mereka untuk tinggal di sini atau tidak, tetapi untuk memutuskan apa yang ingin mereka lakukan. Dan mereka disambut sangat baik di sini."

Untuk saat ini keempat remaja putri itu berharap dapat memanfaatkan waktu yang ada sebaik-baiknya sebelum mulai kembali bersekolah. [em/jm]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG