Tautan-tautan Akses

Proyek Pelabuhan yang Didanai China di Ghana Timbulkan Kekhawatiran Hilangnya Mata Pencaharian


Konstruksi dimulai di perkampungan nelayan Jamestown yang ikonis di Accra, Ghana untuk proyek pelabuhan yang didanai China.

Pembongkaran perkampungan nelayan Jamestown yang ikonis di Accra, Ghana, dimulai akhir bulan lalu, untuk membangun pelabuhan perikanan bernilai Jutaan dolar yang didanai oleh China. Otoritas setempat merobohkan lebih dari 300 bangunan sementara dan permanen, termasuk bisnis, sekolah, dan tempat-tempat ibadah di daerah yang sebagian besar penduduknya miskin.

Sementara banyak pihak yang merasa optimis dengan prospek pembangunan, pembongkaran itu juga menimbulkan kekhawatiran akan hilangnya mata pencaharian yang sudah tidak menentu.

Hanya puing-puing yang tersisa dari taman bermain berwarna cerah di perkampungan nelayan James Town, sebuah distrik di Accra yang pernah dinikmati oleh anak-anak sebelum dihancurkan pada bulan Mei.

Pembongkaran karena proyek yang didanai oleh pemerintah China itu memenuhi janji bertahun-tahun oleh pihak berwenang untuk meningkatkan pelabuhan.

Naa Borkor dari JayNii Streetwise Foundation, sebuah badan amal yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan kaum muda, mengatakan mendapat pemberitahuan hanya beberapa saat sebelum perkampungan itu diratakan dengan tanah, termasuk asrama yang menampung sekitar 50 anak.

“Ini adalah anak-anak, bagi sebagian mereka, orang tua mereka, ini sulit bagi mereka karena di perkampungan ini kami tidak memiliki mata pencaharian atau pekerjaan untuk para wanita ini. Mereka datang ke sini. Mereka bergegas untuk mendapatkan makanan. Sebagian anak-anak ini tidak makan sepanjang hari. Jadi, kami di sini mendukung masyarakat,” ungkapnya.

Sebelum dihancurkan, perkampungan nelayan itu adalah objek wisata, di mana orang-orang datang untuk melihat budaya nelayan setempat, perahu-perahu bercat warna-warni cerah, dan para wanita yang memanggang ikan segar hasil tangkapan.

Pemandu wisata Collins Seymah Smith, yang juga mengelola teater komunitas, merasa khawatir tentang masa depan dan bagi mereka yang telah tinggal di tempat itu selama beberapa generasi dan tidak punya tempat lain untuk pergi.

“Ini adalah perkembangan terbesar yang terjadi di Ga-Mashie atau James Town. Jadi, bagi saya itu bagus, tapi bagaimana mereka melakukannya, itulah isunya, atau itulah masalahnya,” ujar Collins.

Rumah Abdul Razak Allotey termasuk di antara yang dibongkar. Jadi, dia membuat rumah darurat di atas puing-puing itu. Abdul tidak bekerja karena pandemi virus corona, dan dia berharap bisa mendapatkan pekerjaan di proyek pelabuhan itu.

“Saya kira proyek ini akan membantu saya dan keluarga saya. Jadi, jika mereka mengatakan akan melakukannya, kami gembira mendengarnya. Tapi, saya pikir mereka tidak peduli di sini. Mereka datang hanya untuk menghancurkan bangunan kami,” tuturnya.

Pihak berwenang Ghana mengatakan akan memberikan ganti rugi kepada mereka yang memiliki klaim sah atas kehilangan harta benda akibat pembongkaran itu dan untuk sementara memindahkan nelayan ke pesisir, selama konstruksi berlangsung.

Seth Raymond Tetteh, adalah ketua dinas pembangunan sub-distrik Ashiedu Keteke di Accra. “Ketika pelabuhan perikanan ini selesai dibangun, maka itu akan meningkatkan kehidupan ekonomi komunitas di sini dan itulah yang akan mengubah kehidupan banyak orang dalam masyarakat. Jadi, kami melihat sesuatu yang akan bermanfaat bagi banyak orang, daripada hanya satu atau dua orang yang telah terdampak saat ini.”

Proyek Pelabuhan Jamestown akan membangun sekolah baru, perkantoran, fasilitas pengolahan ikan, pasar dan gudang berpendingin.

Tetapi penyelesaian pembangunan itu diperkirakan akan memakan waktu hampir tiga tahun, sehingga memberikan waktu yang lama bagi banyak orang di pelabuhan bersejarah itu untuk bertanya bagaimana mereka akan mendapat manfaat dari pembangunan tersebut. [lt/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG