Tautan-tautan Akses

Presiden Jerman Kecam Protes Ekstrem Kanan di Berlin


Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Bellevue di Berlin, Jerman, Senin, 31 Agustus 2020.

Presiden Jerman, Senin (31/8), mengecam usaha para demonstran ekstrem kanan menerobos masuk gedung parlemen akhir pekan lalu. Ia menuding mereka yang terlibat dalam aksi itu sebagai ekstremis.

Ratusan orang yang menentang berbagai pembatasan terkait penanganan wabah virus corona berusaha menerobos gedung Reichstag, tempat parlemen Jerman berlokasi, Sabtu lalu. Namun usaha itu berhasil digagalkan sejumlah polisi dan para demonstran diusir keluar.

Banyak demonstran yang hadir di Reichstag mengenakan atribut Nazi dan membawa bendera gerakan ekstrem kanan Reichsbürger yang menolak legitimasi negara Republik Federal Jerman.

Presiden Frank-Walter Steinmeier mengatakan, foto-foto mengenai aksi protes pekan lalu itu membuat banyak orang takut dan marah. “Kerusuhan pada Sabtu lalu menegaskan bahwa ekstremis sayap kanan telah berakar kuat dalam masyarakat kita,” kata Steinmeier setelah bertemu dengan tiga polisi yang berusaha menghalau para demonstran sebelum personel keamanan tambahan dikerahkan ke lokasi.

“Ini bahaya serius. Ini merupakan tugas penting kita untuk membongkar jaringannya pada tahap dini agar bisa memeranginya secara efektif, “ kata Steinmeier.

Ratusan orang yang menyerbu parlemen merupakan bagian dari demonstrasi besar yang dihadiri puluhan ribu orang, Sabtu lalu. Mereka menentang penggunaan masker, dan berbagai kebijakan lain untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Meski jumlah mereka puluhan ribu, secara nasional mereka tergolong minoritas. Jajak-jajak pendapat menunjukkan, hanya satu dari 10 orang Jerman yang menolak kebijakan pembatasan terkait virus corona yang saat ini berlaku.

Steinmeier sendiri membela hak para demonstran menggelar aksi protes Sabtu lalu selama mereka tidak membiarkan diri ditunggangi kelompok ekstremis sayap kanan yang memiliki agenda berbeda. “Mereka yang berusaha bekerja sama dengan kelompok sayap kanan, atau tidak peduli berjalan beriringan dengan mereka yang neo-Naxi, Xenophobia, dan anti-Yahudi, berarti berpandangan sehaluan,” katanya.

Menanggapi insiden yang sama, Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer mengatakan, "Gedung Reichstag adalah kedudukan parlemen Jerman dan simbol utama demokrasi kami."

"Fakta bahwa para penabur kekacauan dan ekstremis menyalahgunakannya untuk tujuan mereka, sungguh tidak dapat diterima," katanya. Dia selanjutnya mengatakan, simbol-simbol Nazi tidak punya tempat dekat gedung parlemen.

Menteri Luar Negeri Heiko Maas lewat Twitter mengatakan, adalah sangat memalukan bahwa ada bendera Nazi di depan gedung parlemen Jerman. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG