Tautan-tautan Akses

Peternakan Regeneratif, Tradisi Pembawa Ketenangan Spiritual yang Memberi Keuntungan


Sapi persilangan Angus terlihat di ladang jagung dan kedelai Roger Hadley di Woodburn, Indiana, AS, 16 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Bing Guan)

Myron Martin adalah seorang peternak sapi perah yang menemukan ketenangan hati melalui cara menggabungkan rasa cinta dan hormatnya terhadap Bumi dengan pemahamannya atas ilmu pengetahuan.

Ayah Myron membeli lahan peternakan tersebut saat dirinya masih berusia 5 tahun. Mereka pindah ke negara bagian Maryland pada musim dingin, saat peralihan tahun 1966 ke 1967, sehubungan dengan pekerjaan ayahnya di gereja. Ayahnya adalah seorang pendeta dan pada waktu itu, daerah tersebut merupakan daerah pedusunan.

Myron dan ayahnya mulai menjadi mitra kerja pada waktu ia berusia 18 tahun, pada waktu sang ayah memberinya lima ekor sapi, dan saat itulah Myron berawal menjadi peternak sapi.

Sapi merumput di padang rumput D Ranch di Point Reyes National Seashore, California, 9 April 2015. (Foto: REUTERS/Robert Galbraith)
Sapi merumput di padang rumput D Ranch di Point Reyes National Seashore, California, 9 April 2015. (Foto: REUTERS/Robert Galbraith)

Myron mengatakan bahwa bertani dan beternak bukanlah suatu pekerjaan, melainkan sebuah gaya hidup. Saat ia mengulas balik hidupnya, ia merasa senang dapat menjalin hubungan dengan mahluk ciptaan Tuhan. Dan inilah yang mendekatkan dirinya dengan Tuhan Maha Pencipta.

Lahan pertanian miliknya di Maryland seluas 48 hektar dan Myron bersama keluarganya berusaha untuk menggunakan segala sumber daya semaksimal mungkin. Mereka menggembalakan sapi-sapi ternak dewasa yang berjumlah sekitar 70 atau 80 ekor ke seluruh lahan pertanian tersebut. Mereka memerah sapi-sapi tersebut lalu membesarkan anak-anak sapi pada peternakan itu sampai berusia lima bulan.

Myron sempat mendengar ajaran pada awal tahun 90an yang mengatakan, “bagaimana cara kita untuk menyerahkan semua lahan pertanian dan peternakan ini kepada Tuhan, lalu mengikuti jalan yang ditunjukanNya”

Segala hal yang organik mulai terjadi dan Myron merasakan Tuhan seolah mengatakan “Lihat ini semua.” Lalu ia pun mulai mengerti bagaimana hubungan antara sapi-sapi dan lahan rumput tersebut saling bertimbal balik.

Peternakan Regeneratif, Tradisi Pembawa Ketenangan Spiritual yang Memberi Keuntungan
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:04:00 0:00

Jadi secara konvensional, di mana mereka diberi makan gandum sebanyak 9 kg lalu diperhitungkan perbandingannya agar dapat memproduksi susu sebanyak yang mereka perlukan, hal tersebut akan merubah komponen pada susu yang mereka hasilkan. Kadar lemak buruk Omega 6 sapi-sapi itu naik, dan dapat naik dari 1 ke 10, sementara apabila hanya diberi makan banyak gandum, maka kenaikannya dari 1 ke 20.

Menurut Myron, bertani dan beternak secara regeneratif juga dapat lebih menguntungkan. Sama seperti bisnis lain, mereka harus memperhatikan pemasukan, namun baginya, karena mereka tidak harus mengolah tanah lahan yang digunakan, mereka tidak harus mengeluarkan uang untuk itu.

Sapi terlihat di sebuah ladang di pedesaan, 3 November 2013. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)
Sapi terlihat di sebuah ladang di pedesaan, 3 November 2013. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

Myron mengatakan bahwa mereka tidak harus menyemprot hama, jadi mereka tidak harus mengeluarkan uang untuk obat-obatan, dan mereka tidak harus memberinya pupuk. Mereka menjual sapi, baik itu sapi perah maupun sapi potong untuk dimakan. Mereka menjual sapi-sapi ternak sekaligus membesarkan penggantinya setiap tahun.

Menurut Myron, mereka berusaha untuk memaksimalkan pendapatan dari lahan tanah yang dimiliki keluarganya. Mereka ingin memasarkan hasil produksinya secara langsung. Ia merasa bahwa usaha mereka dapat bertahan kecil, namun tetap dapat menghasilkan bagi dua keluarga, jadi dengan demikian tidak ada yang merasa dibebani dengan stress. [aa/lt]

XS
SM
MD
LG