Tautan-tautan Akses

AS

Penggunaan Pesawat Pengintai Garda Nasional untuk Pantau Protes BLM Tak Langgar  Aturan


Pasukan Garda Nasional AS membuat barikade untuk menghalangi demonstran "BLM" di Portland, Oregon (foto: dok).

Penggunaan pesawat-pesawat pengintai Garda Nasional di empat kota Amerika untuk memantau protes BLM (Black Lives Matter) yang meluas awal tahun ini, tidak melanggar aturan militer yang melarang pengumpulan data intelijen terhadap warga Amerika, tulis sebuah laporan yang disusun Pentagon.

Penyelidikan oleh inspektur jenderal Angkatan Udara mendapati, pesawat-pesawat itu digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang besarnya kerumunan massa, arus kerumunan dan kebakaran, tetapi tidak untuk memantau individu-individu.

Pemeriksaan itu diperintahkan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper sebagai tanggapan atas pertanyaan di dalam Departemen Pertahanan dan Kongres, tentang apakah militer secara ilegal melakukan pengawasan terhadap warga Amerika dalam protes yang dipicu oleh kematian George Floyd.

Penerbangan pesawat-pesawat pengintai pada akhir Mei dan awal Juni berlangsung, ketika Presiden Donald Trump menyerukan tindakan lebih keras untuk memadamkan kerusuhan yang meluas. Floyd adalah seorang pria kulit hitam yang meninggal di kantor polisi, setelah seorang polisi kulit putih di Minneapolis menggunakan lututnya untuk menekan leher Floyd selama beberapa menit.

Pasukan Garda Nasional digunakan untuk membantu penegakan hukum lokal di sejumlah kota di seluruh negeri. [ps/pp]

XS
SM
MD
LG