Tautan-tautan Akses

Mongolia Langsungkan Pilpres Meski Hadapi Pandemi Parah


Mongolia Presidential Election

Rakyat Mongolia mulai memberikan suara mereka, Rabu (9/6), dalam pemilihan presiden di tengah-tengah pembatasan COVID-19 dan upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi di negara yang wilayahnya terkurung daratan dan hanya berpenduduk 3 juta orang itu.

Pemenangnya akan menjadi presiden ke-enam Mongolia sejak transisi damai dari komunisme ke demokrasi pada 1992. Petahana Battulga Khaltmaa dari Partai Demokrat dilarang oleh konstitusi untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan enam tahun kedua.

Mantan Perdana Menteri Ukhnaagiin Khurelsukh dari Partai Rakyat Mongolia (MPP), yang menguasai mayoritas kuat di parlemen, diunggulkan dalam pemilihan itu. Partisipasinya membangkitkan keprihatinan tentang kemungkinan penguatan keterlibatan militer dalam masalah publik karena latar belakang angkatan bersenjatanya.

Suasana Pilpres di distrik Bayanzurkh di Ulaanbaatar, Mongolia, Rabu, 9 Juni 2021.
Suasana Pilpres di distrik Bayanzurkh di Ulaanbaatar, Mongolia, Rabu, 9 Juni 2021.

Saingan terkuat Khurelsukh, Sodnomzunduin Erdene dari Partai Demokrat yang sangat lemah, telah memperingatkan jika MPP yang memenangkan kursi kepresidenan, Mongolia akan berada di bawah pemerintahan diktator. MPP juga menguasai kabinet Mongolia.

Mantan CEO teknologi Dangaasurengiin Enkhbat dari Partai Buruh Nasional yang lebih kecil mencalonkan diri sebagai kandidat pihak ketiga.

Presiden adalah posisi yang sebagian besar seremonial, meskipun memiliki kekuasaan atas militer dan hak untuk memveto undang-undang dalam beberapa kasus. Kekuasaan terutama dipegang oleh parlemen, Kabinet dan kantor Perdana Menteri.

Suasana pilpres di sebuah TPS di distrik Bayanzurkh, Ulaanbaatar, Mongolia, Rabu, 9 Juni 2021.
Suasana pilpres di sebuah TPS di distrik Bayanzurkh, Ulaanbaatar, Mongolia, Rabu, 9 Juni 2021.

Ada 2.151.329 pemilih terdaftar, menurut Komisi Pemilihan Umum. Tempat-tempat pemungutan suara ditutup jam 10 malam. dan tidak jelas kapan pemenang akan diumumkan.

Para pemilih diharuskan menjaga jarak sosial dalam pesta demokrasi ini. Pembatasan pertemuan publik telah sangat membatasi acara kampanye sehingga mendorong para kandidat untuk mengalihkan sebagian besar usaha mereka merangkul para pemilih secara online.

Perekonomian Mongolia yang buruk terjerumus ke dalam krisis karena pandemi. Negara itu, secara resmi memiliki 69.022 kasus dan 324 kematian hingga Rabu. Jumlah infeksi baru mencapai rekor harian minggu lalu sehingga memaksa penutupan sementara pasar-pasar dan perusahaan-perusahaan di ibu kota Ulaanbaatar, di mana populasi negara itu terkonsentrasi dalam beberapa tahun terakhir. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG