Tautan-tautan Akses

AS

Lebih Dari 70 Kadet West Point Dituduh Menyontek Saat Ujian


Para kadet mengenakan masker di Stadion Michie menjelang laga sepak bola Amerika (football) antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut, di West Point, New York,12 Desember 2020.

Lebih dari 70 kadet West Point dituduh telah menyontek saat ujian matematika yang dilangsungkan secara daring ketika mereka belajar dari jarak jauh karena pandemi virus corona.

Juru bicara Akademi Militer Amerika Letkol Christopher Ophardt, Senin (21/12), mengatakan 73 kadet dituding menyontek dalam ujian kalkulus pada Mei lalu setelah instruktur mereka memperhatikan kejanggalan jawaban ujian itu. Semua kadet, kecuali satu orang, adalah kadet baru atau dikenal sebagai 'plebes' dalam kelas yang beranggotakan 1.200 orang. Lainnya adalah kadet tahun kedua.

“Kode kehormatan dan program pengembangan karakter di West Point tetap kuat meskipun lewat pembelajaran jarak jauh dan tantangan yang muncul akibat pandem ini,” ujar Ophardt. “Para kadet yang melanggar kode ini telah dimintai pertanggungjawaban,” tambahnya.

Ophardt mengatakan setelah penyelidikan yang dilakukan komite kehormatan yang terdiri dari para kadet terlatih, dua kasus dibatalkan karena kurangnya bukti dan empat kasus dibatalkan karena kadet yang bersangkutan mengundurkan diri, ujar Ophardt.

Dari 67 kasus yang tersisa, 55 kadet mengaku menyontek dan telah didaftarkan dalam program rehabilitasi selama enam bulan yang difokuskan pada soal etik. Mereka akan menjalani masa percobaan pada sisa waktu mereka di akademi itu.

Tiga kadet lainnya mengaku menyontek, tetapi dinilai tidak layak mengikuti program rehabilitasi. Sisa kadet yang dituduh menyontek menghadapi sidang administratif untuk menentukan apakah mereka telah melanggar kode kehormatan dan dikenai pinalti, antara lain dikeluarkan.

Skandal menyontek ini merupakan yang terbesar di West Point sejak 1976 ketika 153 kadet mundur atau dikeluarkan dari akademi itu karena menyontek dalam ujian teknik listrik. Menurut Ophardt, kasus menyontek pada 1976 karena direncanakan, dibantu dan dilakukan oleh kakak kelas.

“Seluruh sistem rusak,” ujarnya.

Dalam skandal pada 1976 itu, pejabat Angkatan Darat menunjuk satu komisi yang dikepalai mantan astronaut Frank Borman untuk mengkaji kasus itu. Ophardt mengatakan lebih dari 90 kadet yang diketahui menyontek telah diperkerjakan kembali dan diizinkan lulus. [em/ft]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG