Tautan-tautan Akses

Perdana Menteri Italia mengusahakan permukiman sementara bagi semua orang yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa terbaru itu.

Pihak berwenang Italia terus mengevaluasi kerusakan di pusat kota Norcia Senin (31/10), sehari setelah kota itu diguncang gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter.

Meskipun gempa hari Minggu lebih kuat dari gempa 24 Agustus yang menewaskan sekitar 300 orang, tidak ada korban tewas, namun terjadi kerusakan besar.

Beberapa gereja hancur di Norcia, termasuk Basilika St. Benediktus yang dibangun pada abad ke-14 di tempat kelahiran Santo Benediktus, pendiri ordo monastik Benedictine, serta Katedral St. Mary Argentea, yang dikenal dengan lukisan dinding abad ke-15.

Gempa hari Minggu juga merobohkan gereja San Francesco, yang dibangun oleh Fransiskan pada abad ke-14. Gereja itu pernah dibangun kembali setelah gempa kuat pada tahun 1859.

Bagian besar dari dinding kota Romawi kuno Norcia yang rusak pada gempa sebelumnya, hancur bersama menaranya.

Para ahli mengatakan, gempa hari Minggu adalah yang terkuat yang melanda wilayah itu sejak gempa berkekuatan 6,9 SR di Italia selatan pada tahun 1980 yang menewaskan 2.735 orang.

Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, berjanji untuk membangun kembali bagian-bagian Italia tengah dan mengusahakan perumahan sementara bagi semua orang yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa terbaru itu. [ps/al]

XS
SM
MD
LG