Tautan-tautan Akses

Dengan Teknologi Google, Kamera Keamanan Nest Tahu Siapa yang Ada di Rumah


ARSIP - Maxime Veron, kepala Pemasaran Produk Perangkat Keras untuk Nest, memperlihatkan model Nest Cam terbaru dalam sebuah konferesi pers di San Fransisco (foto: AP Photo/Eric Risberg)
ARSIP - Maxime Veron, kepala Pemasaran Produk Perangkat Keras untuk Nest, memperlihatkan model Nest Cam terbaru dalam sebuah konferesi pers di San Fransisco (foto: AP Photo/Eric Risberg)

Teknologi pengenalan wajah dari Google yang disematkan pada kamera buatan Nest Labs mampu memberi gambaran masa depan dimana komputer yang semakin cerdas, yang terhubung ke internet dapat melihat dan memahami apa yang terjadi di dalam rumah kita.

Nest Labs menambahkan teknologi pengenalan wajah dari Google kepada kamera keamanannya yang beresolusi tinggi, yang memberi gambaran masa depan dimana komputer yang semakin cerdas, yang terhubung ke internet dapat melihat dan memahami apa yang terjadi di dalam rumah kita.

The Nest Cam IQ, yang diperlihatkan kepada publik hari Rabu, akan menjadi peralatan Nest yang pertama yang memanfaatkan ketrampilan mirip manusia yang sama dengan yang telah diprogramkan oleh Google ke dalam komputer-komputernya – sebagai contoh, untuk mengenali orang-orang di gambar lewat aplikasi foto yang telah banyak digunakan. Facebook mendistribusian teknologi serupa untuk secara otomatis mengenali dan merekomendasikan orang-orang yang di posting di jejaring sosialnya.

Nest dapat memanfaatkan keahlian kecerdasan buatan milik Google karena kedua perusahaan dimiliki oleh perusahaan induk yang sama, Alphabet Inc.

Dengan fitur yang baru tersebut, anda dapat memprogram kamera untuk mengenali seorang anak, teman, atau tetangga, setelah itu kamera tersebut akan mengirimkan pemberitahuan tentang orang yang ada di rumah.

Nest tidak banya mengungkapkan tentang potensi manfaat lainnya, meskipun seseorang dapat membayangkan kamera tersebut mengenali ketika kakek dan nenek berkunjung dan memberitahu pengatur suhu Nest yang terkoneksi internet untuk menyesuaikan suhu sesuai dengan apa yang mereka sukai. Atau kamera tersebut dapat dilatih untuk mengawasi anak-anak ketika mereka ada di rumah setelah pulang sekolah untuk memantau semua aktivitas mereka dan mengirimkan peringatan ketika mereka melakukan sesuatu di luar daftar aktivitas yang disetujui.

Biaya pengenalan wajah

Kamera baru ini akan mulai dikapalkan akhir Juni dengan harga hampir $300. Anda juga harus membayar biaya paket berlangganan $10 per bulan termasuk teknologi pengenalan wajah. Paket berlangganan ini juga akan termasuk fitur-fitur lainnya, seperti peringatan yang dipicu oleh suara-suara tertentu – suara anjing menyalak, yang – terdengar di luar jangkauan visual kamera.

Kamera hanya akan mengenali orang yang telah anda pilih lewat aplikasi Nest yang tersedia untuk iPhone maupun telepon pintar berbasis Android. Kamera tersebut tidak akan mencoba untuk mengenali orang lain yang belum ditag oleh pemilik kamera. Bahkan apabila video Nest Cam IQ mengetahui ada perampok di rumah, petugas penegak hukun harus mencoba mengenali pelaku lewat penyelidikan dan analisis mereka sendiri, menurut Nest.

Kekhawatiran terkait privasi

Pengenalan wajah menjadi sesuatu yang semakin biasa dalam kamera keamanan rumah. Netatmo, contohnya, memperkenalkan sebuah kamera keamanan yang mempromosikan sistem pengenalan wajah serupa di tahun 2015. Kamera tersebut dijual dengan harga sekitar $200, atau $100 lebih murah dibandingkan Nest Cam IQ.

Cara yang digunakan oleh kamera Nest dan Netatmo tidak mengundang keprihatinan serius tentang pelanggaran privasi karena mereka hanya memverifikasi wajah-wajah yang sudah akrab, bukan wajah dari orang asing, ujar Jennifer Lynch, seorang spesialis di bidang biometrik sebagai seorang staf pengacara senior untuk Electronic Frontier Foundation, sebuah kelompok advokasi digital.

Namun Lynch percaya masalah privasi ditakdirkan untuk muncul sejalan dengan meningkatnya resolusi dan kemampuan zoom dari kamera keamanan rumah, dan sejalan dengan perkembangan cara yang lebih canggih yang dikembangkan para insinyur untuk mengidentifikasi orang bahkan ketika citra itu dalam pergerakan atau hanya sebagian wajah yang tampak. Menyimpan video keamanan rumah dalam pusat data terpisah juga meningkatkan keprihatinan tentang keamanan dari gambar-gambar yang disimpan dari peretas komputer. “Pastinya ini akan menjadi masalah yang sensitif,” ujar Lynch.

Masalah tentang privasi ini sudah cukup rumit sehingga Nest memutuskan untuk tidak menawarkan kemampuan teknologi pengenalan wajah di Illinois, dimana undang-undang di negara bagian tersebut melarang pengumpulan dan penyimpanan informasi biometrik seseorang tanpa adanya pemberitahuan dan izin tertulis lebih dahulu.

Rincian lebih lanjut

Biaya berlangganan Nest sebesar $10 per bulan termasuk penyimpanan video untuk masa 10 hari. Video dapat disimpan hingga 30 hari dengan peningkatan paket berlangganan yang biayanya $30 per bulan.

Kamera berteknologi tinggi ini menggantikan kamera dalam dan luar ruang dengan resolusi yang lebih rendah yang tetap akan dijual oleh Nest dengan harga hampir $200. Tak satupun dari kamera dengan teknologi yang lebih rendah dilengkapi dengan teknologi pengenal wajah. [ww]

XS
SM
MD
LG