Tautan-tautan Akses

Biden Umumkan Akhiri Misi Tempur AS di Irak  


Sejumlah tentara AS sebelum upacara serah-terima dari pasukan koalisi pimpinan AS kepada Pasukan Keamanan Irak sebagai bagian penarikan pasukan koalisi, di istana kepresidenan Nineveh, di Nineveh, irak, 30 Maret 2020.

Dalam beberapa bulan mendatang, pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak akan mengakhiri misi tempurnya. Presiden Joe Biden mengumumkan hal itu pada Senin (26/7) dalam pertemuan di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi.

Menanggapi pertanyaan wartawan di Oval Office, Biden yang didampingi pemimpin Irak itu mengatakan, peran baru pasukan Amerika di Irak adalah "terus melatih, membantu, menolong dan menghadapi ISIS jika bangkit, tapi menjelang akhir tahun ini, kita tidak akan lagi dalam misi tempur."

Biden menolak mengatakan berapa banyak dari sekitar 2.500 tentara AS yang akan tetap berada di Irak.

Dalam pernyataan bersama AS-Irak yang dikeluarkan pada Senin (26/7) setelah pertemuan teknis, kedua negara mengatakan, "Hubungan keamanan akan sepenuhnya beralih ke peran pelatihan, pemberian nasihat, bantuan, dan berbagi intelijen. Tidak akan ada pasukan AS yang melakukan peran tempur di Irak menjelang 31 Desember 2021."

"Ini adalah pergeseran misi. Ini bukan menarik kemitraan atau kehadiran kita atau hubungan erat kita dengan para pemimpin Irak," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, kepada wartawan sesaat sebelum pertemuan di Oval Office itu.

Pasukan AS di Irak "mampu melakukan banyak hal," kata Menteri Pertahanan Lloyd Austin kepada sekelompok wartawan di Alaska, Sabtu (24/7).

Ditanya oleh VOA apakah ia akan mengklasifikasikan pasukan Amerika yang saat ini berada di Irak sebagai pasukan tempur atau utamanya untuk melatih, memberi nasihat dan membantu, Austin menjawab: "Saya rasa sangat sulit untuk membuat perbedaan itu. Namun, saya akan mengatakan, kuncinya adalah apa tujuan kita, apa tugas yang diberikan kepada kita pada saat itu."

Para pejabat mengatakan penekanannya akan tetap pada mencegah terulangnya apa yang terjadi tujuh tahun lalu, ketika kelompok ISIS menyapu Mosul dan puluhan ribu pejuang asing mengalir ke Irak dan negara tetangga Suriah. Pasukan pemerintah Irak hampir tidak berdaya, dan puluhan serangan bom bunuh diri terjadi setiap bulan. [my/ka]


Lihat komentar (2)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG