Tautan-tautan Akses

Australia Sesalkan Keputusan China Jatuhkan Hukuman Mati untuk Karm Gilespie


Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. (Foto: dok).

Perdana menteri Australia mengatakan, Senin (15/6), pemerintahnya sangat sedih dan prihatin atas keputusan China yang menjatuhkan hukuman mati kepada seorang pria Australia yang dinyatakan bersalah melakukan penyelundupan narkoba.

Karm Gilespie, 56, mantan aktor yang kini beralih profesi menjadi pembicara motivasi, ditangkap pada 2013 di Bandara Baiyun, Guangzhou, atas tuduhan berusaha melakukan penerbangan internasional dengan membawa lebih dari 7,5 kg methamphetamine di kopor bagasinya. Sebuah pengadilan di Guangzhou, Sabtu (13/6), menjatuhi Gilespie hukuman mati dan memerintahkan penyitaan seluruh barang miliknya.

Perdana Menteri Scott Morrison, Menteri Luar Negeri Marise Payne dan sejumlah pejabat Australia lainnya mempersoalkan kasus ini dengan sejawat mereka dari China adalam sejumlah acara.

“Saya dan pemerintah merasa sangat sedih dan prihatin karena Karm Gilespie, warga Australia, dijatuhi hukuman mati di China,” kata Morrison. “Kami akan terus memberi Gilespie bantuan konsuler dan menjalin komunikasi dengan China terkait kasus ini.”

Hukuman mati itu dijatuhkan pada saat hubungan bilateral antara kedua negara luar biasa tegang menyusul seruan Australia untuk diselenggarakannya penyelidikan independen terkait wabah virus corona, yang dimulai di China tahun lalu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, Senin, hukuman itu tidak ada kaitannya dengan ketegangan antara kedua negara.

Gilespie adalah salah satu dari 62 warga Australia yang ditahan di China. Surat kabar The Australian melaporkan, kebanyakan dari mereka ditahan atas tuduhan penyelundupan narkoba dan penipuan.

Menteri Perdagangan Australia mengatakan, hukuman yang dijatuhkan terhadap Gilespie memprihatinkan, namun tidak ada kaitannya dengan ketegangan antar kedua negara. Namun, Paul Monk, seorang mantan kepala analis urusan China, Departemen Pertahanan Australia, menduga, justru ada keterkaitannya. “Ia sudah tujuh tahun ditahan dan baru kali ini diadili dan dinyatakan bersalah menyelundupkan narkoba, sehingga sulit untuk tidak melihatnya sebagai bagian dari konfrontasi diplomasi,” kata Monk kepada ABC. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG