Tautan-tautan Akses

AS: China Tidak Minta Maaf Atas Insiden Balon Mata-mata


Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara di Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (18/2).
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara di Konferensi Keamanan Munich, Sabtu (18/2).

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Menteri Luar Negeri China Wang Yi tidak meminta maaf atas pelanggaran wilayah udara AS oleh balon mata-matanya ketika kedua menteri itu bertemu di Munchen, Jerman, meskipun Blinken telah mengatakan kepadanya bahwa aktivitas mata-mata itu tidak dapat diterima dan tidak boleh sampai terjadi lagi.

Kedua diplomat itu bertemu selama satu jam hari Sabtu (18/2) di sela-sela Konferensi Keamanan Munchen. Pertemuan itu adalah yang pertama kalinya dilakukan semenjak AS menembak jatuh balon tersebut awal Februari lalu di lepas pantai South Carolina di Samudera Atlantik, setelah melintasi daratan Amerika selama delapan hari.

Dalam program “Meet the Press” di stasiun TV NBC yang disiarkan hari Minggu (19/2), Blinken mengatakan, “Tidak ada permintaan maaf. Tapi yang juga dapat saya sampaikan kepada Anda adalah bahwa ini menjadi kesempatan untuk berbicara dengan sangat jelas dan langsung tentang fakta bahwa China mengirim balon pengintai ke wilayah kita, melanggar kedaulatan kita, melanggar hukum internasional.”

“Dan saya mengatakan kepadanya secara langsung bahwa itu tidak dapat diterima dan tidak boleh sampai terjadi lagi,” kata Blinken. “Kita tentu saja bukan satu-satunya pihak yang dikirimi balon-balon pengintai ini. Lebih dari 40 negara dilewati balon-balon ini dalam beberapa tahun terakhir, dan itu sudah diungkap ke seluruh dunia.”

China mengklaim bahwa balon seukuran dua sampai tiga bus sekolah itu adalah pesawat cuaca yang tertiup angin dan masuk ke wilayah udara AS, tetapi pejabat AS, termasuk Blinken, menolak penjelasan itu.

“Yang jelas, setelah balon itu berada di atas AS dan pada dasarnya terbang dari barat ke timur, balon itu berusaha mengintai situs-situs militer yang sangat sensitif,” ungkapnya. “Dalam beberapa kasus, balon itu mondar-mandir dan kembali ke situs-situs tadi sementara bergerak ke timur. Jadi, tidak ada keraguan dalam pikiran kita sama sekali bahwa, A) ini adalah balon pengintai, dan B) balon itu berusaha melakukan pengintaian aktif.”

AS kemudian mengambil sebagian besar muatan balon tersebut dari dasar laut di lepas pantai South Carolina dan mengirim puing-puing itu ke laboratorium FBI di luar Washington untuk diperiksa.

Kedua negara menyebarkan satelit mata-mata. China menuduh AS tanpa bukti bahwa Amerika telah mengirimkan sedikitnya 10 balon ke China dalam beberapa tahun terakhir. Tuduhan itu dibantah AS.

Blinken, yang membatalkan rencana kunjungannya ke Beijing akibat insiden balon mata-mata tersebut, mengaku bahwa ia dan Wang Yi tidak mendiskusikan kemungkinan penjadwalan ulang kunjungan tersebut. [rd/ka]

Forum

XS
SM
MD
LG