Tautan-tautan Akses

Krisis Kelaparan dan Kemiskinan di Afghanistan Makin Memprihatinkan


Seorang pria membagikan roti kepada perempuan Afghanistan yang mengenakan Burka di luar sebuah toko roti di Kabul, Afghanistan, 2 Desember 2021. (Foto: AP)
Seorang pria membagikan roti kepada perempuan Afghanistan yang mengenakan Burka di luar sebuah toko roti di Kabul, Afghanistan, 2 Desember 2021. (Foto: AP)

Badan-badan PBB pada Selasa (11/1) meminta negara-negara donor untuk mengalokasikan dana sebesar $4,4 miliar untuk bantuan kemanusiaan bagi Afghanistan pada 2022 yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Angka tersebut merupakan permintaan terbesar yang pernah dicari untuk satu negara.

Jutaan warga Afghanistan berada dalam risiko kelaparan akibat kekeringan terparah yang terjadi di negara tersebut dalam beberapa dasawarsa terakhir. Kondisi tersebut diperparah oleh krisis ekonomi menyusul kembalinya Taliban secara tiba-tiba ke tampuk kekuasaan pada Agustus tahun lalu.

Sejumlah pemerintahan menanggapi pengambilalihan kelompok militan Islam dengan membekukan miliaran dolar aset Afghanistan di luar negeri dan menghentikan sebagian besar pendanaan internasional untuk negara yang bergantung pada bantuan untuk menghidupi sekitar 40 juta orang warganya.

Fatima menggendong putrinya yang berusia 4 tahun, Nazia, yang menderita kekurangan gizi akut, di rumah mereka dekat Herat, Afghanistan barat, 16 Desember 2021. (Foto: AP)
Fatima menggendong putrinya yang berusia 4 tahun, Nazia, yang menderita kekurangan gizi akut, di rumah mereka dekat Herat, Afghanistan barat, 16 Desember 2021. (Foto: AP)

Berikut beberapa fakta tentang krisis tersebut:

- Program Pangan Dunia PBB (WFP) mencatat tingkat kelaparan akut di negara tersebut mencapai rekor baru dimana sekitar 23 juta atau lebih dari setengah populasi negara tersebut mengalami kelaparan akut. Sedangkan hampir sembilan juta warga lainnya berada dalam kondisi hampir terjebak dalam situasi kelaparan.

- Sekitar hampir 1 juta balita berisiko meninggal dunia akibat kekurangan gizi.

- Empat per lima dari negara ini mengalami kekeringan yang parah atau serius. Sekitar 70 persen orang Afghanistan tinggal di daerah pedesaan, dan 85 persen memperoleh pendapatan dari pertanian.

- Sekitar 3,5 juta warga Afghanistan telah mengungsi akibat kekerasan, kekeringan dan bencana lainnya, termasuk di antaranya sejumlah 700.000 warga yang mengungsi pada tahun lalu.

- Program Pembangunan PBB (UNDP) telah memperingatkan bahwa 97 persen warga Afghanistan bisa jatuh di bawah garis kemiskinan pada pertengahan 2022. Sementara sekitar setengah dari populasi hidup dalam kemiskinan sebelum pengambilalihan Taliban.

- Pendapatan per kapita tahunan adalah $508 pada 2020, turun dari $650 pada 2012. Diperkirakan akan turun menjadi $350 pada tahun ini.

Sejumlah anak Afghanistan mengantre untuk mendapatkan makanan. (Foto: WFP)
Sejumlah anak Afghanistan mengantre untuk mendapatkan makanan. (Foto: WFP)

- Para ekonom memperkirakan dibutuhkan $2 miliar untuk mengangkat semua orang dalam kemiskinan ekstrem ke garis kemiskinan.

- Sebelum pengambilalihan Taliban, bantuan internasional menyumbang sebanyak 40 persen dari produk domestik bruto (PDB), dan sekitar tiga perempat dari pengeluaran pemerintah, membayar semuanya mulai dari impor listrik hingga perawatan kesehatan dan gaji guru.

Badan pengungsi PBB (UNHCR) memperkirakan diperlukan $623 juta lagi untuk mendukung pengungsi Afghanistan dan komunitas tuan rumah di lima negara tetangga. [ah/rs]

XS
SM
MD
LG