Tautan-tautan Akses

Kamboja Dukung Vaksinasi Saat Jumlah Kasus COVID-19 Melonjak 


Seorang jurnalis divaksinasi COVID-19 Sinovac di kantor Kementerian Penerangan, Phnom Penh, Kamboja, Rabu, 7 April 2021. (AP Photo/Heng Sinith)
Seorang jurnalis divaksinasi COVID-19 Sinovac di kantor Kementerian Penerangan, Phnom Penh, Kamboja, Rabu, 7 April 2021. (AP Photo/Heng Sinith)

Di tengah meningkatnya kasus infeksi virus corona sementara baru mengakhiri lockdown ketat, Kamboja menggantungkan harapannya pada program vaksinasi yang akan membantu negara itu mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) meskipun menghadapi sejumlah tantangan unik yang bisa menghambat upaya itu.

Jumlah kasus harian, Rabu (30/6), mencapai rekor tertinggi 1.130, jauh lebih banyak daripada yang dilaporkan pada April, ketika penutupan wilayah dilakukan secara ketat, penjualan alkohol dilarang, dan perjalanan antar provinsi tidak diizinkan.

Kamboja, seperti kebanyakan negara berkembang, menghadapi berbagai masalah yang biasanya tidak dialami negara-negara Barat. Masalah ini terutama menyangkut kepadatan penduduk di ibu kota, Phnom Penh, di mana beberapa orang sering menyewa satu kamar, dalam beberapa kasus bahkan berbagi tempat tidur, setelah bekerja keras.

Bradley Murg, penasihat senior Lembaga Kerjasama dan Perdamaian Kamboja, kepada VOA mengatakan warga Kamboja tidak memiliki ruang, keamanan, atau akses pada layanan kesehatan dan supermarket seperti di kawasan pinggiran di kota-kota yang makmur seperti di Amerika atau Australia.

Petugas setempat berjaga di belakang barikade untuk pembatasan wilayah di tengah pandemi COVID-19 di Phnom Penh, 8 Mei 2021. (Foto: TANG CHHIN Sothy / AFP)
Petugas setempat berjaga di belakang barikade untuk pembatasan wilayah di tengah pandemi COVID-19 di Phnom Penh, 8 Mei 2021. (Foto: TANG CHHIN Sothy / AFP)

“Di kota berpenduduk padat seperti Phnom Penh, sangat sulit untuk menerapkan penutupan wilayah secara efektif meskipun pemerintah melakukan pendekatan menyeluruh,” katanya.

“Tentu akan ada tantangan, karena tingkat pembangunan, kebutuhan penduduk sehari-hari dan lain-lainnya,” tambahnya.

“Pada akhirnya penutupan wilayah permanen atau penutupan wilayah jangka panjang, benar-benar bukan strategi yang layak di Kamboja atau khususnya di Phnom Penh.”

Pejabat dari Kementerian Penerangan menunggu disuntik vaksin COVID-19 Sinovac di Kementerian Penerangan, Phnom Penh,1 April 2021. (Foto: TANG CHHIN Sothy / AFP)
Pejabat dari Kementerian Penerangan menunggu disuntik vaksin COVID-19 Sinovac di Kementerian Penerangan, Phnom Penh,1 April 2021. (Foto: TANG CHHIN Sothy / AFP)


Penutupan pasar mengakibatkan kekurangan pangan dan kenaikan harga. Pihak berwenang kesulitan menegakkan penutupan wilayah setelah membagi ibu kota menjadi zona kuning, oranye dan merah, tergantung pada jumlah kasus dan penularan, dengan area merah mencerminkan risiko terbesar.

Sejumlah pembatasan telah dilonggarkan, tetapi sekolah, bar, pusat kebugaran, dan banyak bisnis lainnya tetap ditutup. Jam buka restoran dibatasi dengan protokol kesehatan yang ketat. [my/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG