Tautan-tautan Akses

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Brazil Tembus 150.000 


Pekerja pemakaman menempatkan peti mati berisi jenazah Jose de Arimateia, 65, yang meninggal karena komplikasi terkait Covid-19, ke dalam ceruk di pemakaman kota di Nova Iguacu, Brazil, 24 September 2020. (Foto: AP/Silvia Izquierdo )
Pekerja pemakaman menempatkan peti mati berisi jenazah Jose de Arimateia, 65, yang meninggal karena komplikasi terkait Covid-19, ke dalam ceruk di pemakaman kota di Nova Iguacu, Brazil, 24 September 2020. (Foto: AP/Silvia Izquierdo )

Presiden Brazil yang berhaluan kanan-jauh, Jair Bolsonaro, telah meremehkan virus mematikan itu meskipun kematian memuncak di Brazil dan dia sendiri terinfeksi.

"Hidup terus berlanjut. Brasil perlu memproduksi," katanya pada 7 Juli di Brasilia ketika mengumumkan dirinya terinfeksi.

Dalam enam pekan belakangan, warga Brasil menyaksikan tanda-tanda harapan: kurva menurun, dan jumlah kematian rata-rata tujuh hari kurang dari 600, tingkat terendah sejak awal Mei.

Namun, di Manaus, kota yang terdampak buruk pada awal pandemi dan telah melonggarkan pembatasan, terjadi lonjakan kasus Covid-19 beberapa pekan ini dan menimbulkan spekulasi kemungkinan terjadinya gelombang kedua.

AS melaporkan lebih dari 58 ribu kasus baru pada Sabtu (10/10). Menurut Universitas Johns Hopkins, ini adalah hari keempat berturut-turut di mana lebih dari 50 ribu kasus baru dilaporkan.

Kematian di AS terus memperlihatkan penurunan, tapi rata-rata 700 warga AS meninggal setiap hari akibat Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona. Para pakar memperingatkan bahwa kematian biasanya meningkat beberapa minggu setelah kasus mengalami kenaikan.

Sebuah model pendataan baru dari Universitas Washington memperkirakan tingkat kematian harian AS naik lebih dari sepertiga pada pertengahan Januari menjadi 2.250, dengan tingkat fatalitas keseluruhan mencapai 395 ribu pada 1 Februari 2021. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG