Tautan-tautan Akses

Afghanistan Berjuang Selamatkan Perundingan Damai Sambil Tangani Pulangnya Pengungsi


Pengungsi Afghanistan kembali dari Iran 17 Maret 2020. (Foto: Courtesy/OCHA)
Pengungsi Afghanistan kembali dari Iran 17 Maret 2020. (Foto: Courtesy/OCHA)

Tertatih-tatihnya pembicaraan damai antara pemerintah dan Taliban, dan perselisihan antara Presiden Ashraf Ghani dan saingannya, Abdullah Abdullah, yang menyebabkan kebuntuan politik, Afghanistan kini menghadapi dilema lain. Dilema tersebut adalah kembalinya puluhan ribu pengungsi Afghanistan dari Iran dan Pakistan di tengah-tengah ketakutan akan wabah COVID-19.

Menurut Kementerian Pengungsi dan Repatriasi Afghanistan, lebih dari 150 ribu pengungsi Afghanistan telah kembali dari Iran sejak akhir Februari.

Sayed Abdul Basit Ansari, penasihat media kementerian itu, mengatakan kepada VOA, gelombang kembalinya pengungsi itu terjadi karena adanya kekhawatiran di antara para pengungsi bahwa Iran telah berubah menjadi pusat virus corona di kawasan tersebut. Lebih dari 27 ribu kasus yang dikukuhkan dan 2.000 kematian yang terjadi di Iran.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) memperkirakan bahwa tiga juta warga Afghanistan tinggal di Iran -sekitar 900 ribu adalah pengungsi, dan sisanya warga Afghanistan berdokumen maupun yang tidak berdokumen. [lt/ft]

XS
SM
MD
LG