Rabu, 22 Oktober 2014 Waktu UTC: 09:35

Berita / Indonesia

UNDP: Nilai Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Naik

Nilai Indeks Pembangunan Manusia Indonesia naik dikarenakan peningkatan angka harapan hidup dan angka harapan lamanya bersekolah.

Tingkat ekspektasi  lamanya bersekolah di Indonesia meningkat dari 8,3 tahun pada 1980 menjadi 12,9 tahun pada 2012. (Foto: Dok)
Tingkat ekspektasi lamanya bersekolah di Indonesia meningkat dari 8,3 tahun pada 1980 menjadi 12,9 tahun pada 2012. (Foto: Dok)
Laporan Pembangunan Manusia 2013 yang dikeluarkan badan PBB untuk program pembangunan, UNDP, baru-baru ini memperlihatkan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang kuat dalam setiap indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam 40 tahun terakhir.

Nilai IPM Indonesia pada 2012 meningkat menjadi 0,629, menjadikannya naik tiga posisi ke peringkat 121 dari peringkat 124 pada 2011 (0,624), dari 187 negara. Menduduki peringkat yang sama dengan Indonesia adalah Afrika Selatan dan Kiribati.

Antara 1980 dan 2012, nilai IPM Indonesia meningkat dari 0,422 menjadi 0.629, atau meningkat 49 persen, dikarenakan kenaikan angka harapan hidup pada periode yang sama, dari 57,6 tahun menjadi  69,8 tahun saat ini.

Tingkat ekspektasi  lamanya bersekolah meningkat dari 8,3 tahun pada 1980 menjadi 12,9 tahun pada 2012, artinya, anak usia sekolah di Indonesia memiliki harapan mengenyam bangku pendidikan selama 12,9 tahun atau mencapai tingkat pertama jenjang perguruan tinggi. 

Meski naik tiga peringkat, IPM Indonesia masih di bawah rata-rata dunia 0,694 atau regional 0,683. Indonesia dikategorikan sebagai “Negara Pembangunan Menengah” bersama 45 negara lainnya.

Peringkat Indonesia masih jauh di bawah beberapa negara anggota ASEAN, termasuk Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Singapura memiliki IPM tertinggi di antara negara-negara ASEAN dengan 0,895 dan peringkat 18 di seluruh dunia. Brunei memiliki IPM 0,855 dan berada di peringkat 30, sementara Malaysia memiliki IPM 0,769 dengan peringkat 64. Thailand dan Filipina masing-masing ada di peringkat 103 dan 114, dengan IPM 0,690 dan 0,654.

Negara ASEAN lain seperti Vietnam, Laos dan Kamboja ada di bawah Indonesia.

Negara yang menduduki peringkat pertama adalah Norwegia, diikuti oleh Australia dan Amerika Serikat. Sementara IPM terendah dicatat oleh Republik Demokratik Kongo dan Nigeria. (VOA/UNDP)
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook