Jumat, 25 April 2014 Waktu UTC: 02:29

Berita / Indonesia

TNI Akui Keterlibatan Oknum TNI AD dalam Penyerangan Lapas Sleman

TNI Angkatan Darat membentuk tim investigasi kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, menyusul ditemukannya indikasi keterlibatan oknum TNI AD dalam peristiwa itu.

Pameran kekuatan pasukan TNI AD dalam Peringatan HUT TNI ke 67 di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, 5 Oktober 2012 (foto: VOA/Andylala).
Pameran kekuatan pasukan TNI AD dalam Peringatan HUT TNI ke 67 di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, 5 Oktober 2012 (foto: VOA/Andylala).
UKURAN HURUF - +
— Penyelidikan kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cebongan Sleman Yogyakarta mulai menemui titik terang. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo dalam keterangannya di Markas Besar TNI Angkatan Darat Jakarta Jumat (29/3) mengakui adanya keterlibatan oknum TNI AD dalam penyerangan itu.
                                            
"Pertanyaan mungkin muncul, mengapa? Karena dari hasil temuan sementara, terindikasi adanya keterlibatan atau peran oknum-oknum TNI angkatan darat yang bertugas di Jawa Tengah," ujar Pramono.

Meski demikian, KSAD Jenderal Pramono Edhie belum mau mengungkap dari  kesatuan mana oknum TNI AD  yang diduga terlibat itu. Kasad menambahkan, TNI AD telah membentuk tim investigasi penyelidikkan kasus penyerangan lapas Cebongan Sleman Yogyakarta. Tim investigasi terdiri sembilan orang dengan pimpinan Wakil Komandan Pusat Polisi Militer AD Brigjen Unggul K.

Pramono menambahkan, "Saya segera membentuk dan saya tandatangani tim investigasi terdiri dari 9 orang. Yaitu tim invesdtigasi angkatan darat, yang dipimpin oleh Wakil Komandan PUSPOM Brigadir Jendral TNI Unggul K. Sekarang sudah bekerja. Berangkat dari informasi awal tadi maka kita segera tindaklanjuti. Insya Allah andai semua bisa berjalan dengan lancar dan sempurna. Secepatnya pula saya akan segera menginformasikannya."

KSAD menjelaskan,  tim investigasi terdiri berbagai unsur, terdiri polisi militer daerah, anggota Korem 072/Pamungkas, Kodam IV Diponegoro, Kopassus, dan Mabes AD. Tugas utama mereka menurut Kasad, adalah memperlancar kegiatan investigasi di lapangan dalam memeriksa keterlibatan dugaan prajurit TNI AD dalam kasus Lapas Cebongan. Kasad berjanji akan menindak tegas siapapun oknum TNI AD yang terlibat dala penyerangan itu.

KSAD Jenderal Pramono Edhie dalam keterangannya itu juga mengakui, TNI Angkatan Darat sampai saat ini masih menggunakan peluru dan senjata yang sama dengan peluru yang ditemukan Tim Forensik Polda DIY yang digunakan untuk menembak empat tahanan di Lapas Cebongan. Demikian pula dengan senjata yang digambarkan para saksi.

Peluru kaliber 7,62 mm menurut Kasad, memang biasa digunakan untuk hal-hal tertentu. Peluru kaliber dapat menjangkau target baik dari jarak jauh maupun dekat. Dalam satuan TNI AD, senjata yang menggunakan kaliber tersebut adalah senapan G3 buatan Heckler & Koch, senapan AK-47, dan senapan serbu SP.

Sebelumnya, dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan sejumlah butir selongsong peluru kaliber 7,62 yang digunakan untuk menembak empat tahanan di Lapas Cebongan Sleman Yogyakarta. Pelaku penembakan diduga menggunakan senapan laras panjang AK-47 dan pistol jenis FN.

Menko Polhukam Djoko Suyanto (foto: dok).Menko Polhukam Djoko Suyanto (foto: dok).
x
Menko Polhukam Djoko Suyanto (foto: dok).
Menko Polhukam Djoko Suyanto (foto: dok).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan sebelumnya menginstruksikan kepada kepolisian dan TNI agar terus berkoordinasi dalam menuntaskan kasus ini. Siapapun yang terlibat menurut Menkopolhukam Djoko Suyanto, harus segera diproses hukum.

Djoko Suyanto mengatakan, "Jadi siapapun yang melakukan tindakan itu harus segera diusut, ditangkap dan diadili. Itu adalah perintah tegas dari Pak Presiden melalui saya."

Sekelompok orang bersenjata api  datang menyerang Lembaga Pemasyarakatan Cebongan Sleman Yogyakarta, Sabtu (23/3) dini hari. Dalam peristiwa itu, empat tersangka kasus pembunuhan anggota Kopassus, Sersan Satu Santosa, ditembak mati oleh sekelompok orang itu.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 
oleh: TOMAGARA dari: JAKARTA
19.04.2013 03:04
Bravo KOPASSUS , Kalau kepada kawan saja mereka setia apalagi terhadap TANAH AIR ini,


oleh: joy dari: flores
08.04.2013 01:43
KOPASUS MANTAP


oleh: Anonim
07.04.2013 09:41
mereka menempatkan diri diatas hukum menyerang institusi negara. Jika dibiarkan mereka akan menyerang apa saja di negara ini dan bukan mustahil suatu waktu menyerang istana dan menghancurkan Republik Indonesia. Saya anak tentara dan semua saudara saya banyak tentara, malu saya. Seharusnya Kopasus itu taat hukum, melindungi warga negara dalam sistem Republik Indonesia (NKRI) siapapun mereka dan kuat dalam bertempur mempertahankan NKRI bukan membantai rakyat yang sudah ada dalam sistem hukum RI.


oleh: andiarto dari: Jabar
05.04.2013 06:25
Aneh, preman alias bandit kok dibela mati-matian. Padahal mereka penyiksa dan pembunuh 2 orang aparat keamanan.


oleh: rere wiyakusuma dari: surabaya
05.04.2013 01:28
bravo kopassus


oleh: puput dari: balikpapan
04.04.2013 09:19
tentara disudutkan, preman dibela,mafia dipelihara.di negara ini narkoba,minyak ilegal,togel,semua yang ilegal nggak ada habisnya karena mafia sudah masuk ke mana mana....ada yang sok suci mengorek kesalahan padahal komunitasnya sendiri juga banyak yang jadi bandit,maFIA.....dunia sudah kebalik....


oleh: ary dari: jakarta
02.04.2013 14:55
pak kasad...anda benar tapi coba dalami pelaku pembunuhan anggota anda juga pak!!! hukum ditegakkan , preman dihabisi...tentara cukup dibarak , awasi juga polisi jangan kelewatan


oleh: peren dari: flores
01.04.2013 23:22
kok beda ya...?????


oleh: cv.mars dari: kalimantan
01.04.2013 02:02
nah seharusnya dr awal kaya kasad pak edi jgn kaya kodam diponnegoro,yg menggebu gebu ky paling bener aj dan belum apa apa menyangkal dan memastikan anak buahnya tdk mungkin keluar karna dlm pengawasan 24 jam kl nanti dl penyidikn bener ada oknum apa omomgannya g dibilang melindungi pembunuh,syng seorang jendral cara bicara seperti itu sehrusnya ia santai aj g mengebu2 dan memastikan sekrang kasad aj uda mengakui ada oknum.........anak buahnya terindikasi.nanti apa ya komentar kodam diponegora kl bener ada tersangka dipecat atau mengundurkan diri.maaf pak negara kita negara hukum...siapa yg bersalah hars dihukum bukan mengalihkan perhatian dan menuduh teroris dan orang begokpun tertawa anda bilang teoris ada kemungkinan terlibat indikasinya apa?,,,,,,secara alibi uda jelas balas dendam......


oleh: Arwin dari: Indonesia
31.03.2013 12:02
Sebaiknya anggota TNI supaya jangan sering-sering masuk club malam,cafe,tempat hiburan lainya,supaya jangan terjadi perebutan daerah" kekuasaan" dengan para preman yang menjadi penjaga di tempat tersebut,para petinggi TNI harus memberi perintah ke pada komandan kompi supaya menasehati anak buahnya supaya jangan keluyuran di tempat hiburan malam.

Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook