Selasa, 18 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 20:26

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Tiongkok Pertimbangkan Visa bagi Wartawan The New York Times

Menurut harian New York Times, wartawan kawakan Chris Buckley dipaksa meninggalkan Tiongkok setelah pihak berwenang menolak mengeluarkan visa baginya.

Wartawan kawakan harian The New York Times, Chris Buckley (tengah) dipaksa meninggalkan Tiongkok setelah pihak berwenang menolak mengeluarkan visa baginya (foto: dok).
Wartawan kawakan harian The New York Times, Chris Buckley (tengah) dipaksa meninggalkan Tiongkok setelah pihak berwenang menolak mengeluarkan visa baginya (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Tiongkok mengatakan masih mempertimbangkan permohonan visa wartawan The New York Times yang menurut harian itu dipaksa meninggalkan Tiongkok karena akreditasinya terlambat.

Menurut The New York Times, wartawan kawakan Chris Buckley dipaksa meninggalkan Tiongkok setelah pihak berwenang menolak mengeluarkan visa pada akhir tahun, meskipun ia telah berulangkali mengajukan permohonan.

Kementerian luar Negeri Tiongkok hari Kamis membantah tuduhan itu. Kementerian luar Negeri membantah bahwa permohonan bisanya ditolak, dan berkeras adalah tidak akurat untuk mengatakan bahwa ia dideportasi. Rincian lebih jauh tidak diberikan.

Perhimpunan Koresponden Asing Tiongkok hari Kamis menyatakan penyesalan mendalam bahwa Buckley dipaksa pergi, dengan mengatakan bahwa ketidakjelasan Beijing menimbulkan kecurigaan bahwa The New York Times dihukum karena peliputannya di Tiongkok.

Pihak berwenang Tiongkok memblok website berbahasa Inggris dan Mandarin harian The New York Times bulan Oktober, setelah harian itu memuat artikel yang merinci kekayaan luar biasa keluarga Perdana Menteri Wen Jiabao.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya