Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 15:28

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Tiongkok Hukum 2 Warga Tibet Terkait Pembakaran Diri

Tiongkok telah menghukum dua warga Tibet atas tuduhan “pembunuhan disengaja” karena menghasut pembakaran diri untuk memprotes kekuasaan Tiongkok.

Seorang warga Tibet melakukan aksi bakar diri untuk memprotes kekuasaan TIongkok (Foto: dok). Loran Konchok, seorang warga Tibet dijatuhi hukuman mati dan keponakannya, Lorang Tsering dihukum 10 tahun enjara karena dituduh menghasut delapan orang untuk melakukan aksi bakar diri. Tiga dari delapan orang tersebut melaksanakan aksi tersebut dan tewas di tahun 2012.
Seorang warga Tibet melakukan aksi bakar diri untuk memprotes kekuasaan TIongkok (Foto: dok). Loran Konchok, seorang warga Tibet dijatuhi hukuman mati dan keponakannya, Lorang Tsering dihukum 10 tahun enjara karena dituduh menghasut delapan orang untuk melakukan aksi bakar diri. Tiga dari delapan orang tersebut melaksanakan aksi tersebut dan tewas di tahun 2012.
UKURAN HURUF - +
Kantor berita resmi Xinhua mengatakan Lorang Konchok yang berusia 40 tahun dijatuhi hukuman mati dengan dua tahun penangguhan, hukuman yang biasanya berarti hukuman penjara seumur hidup. Pengadilan di daerah Aba, Tiongkok barat daya, juga menghukum keponakannya, Lorang Tsering yang berusia 31 tahun, hukuman 10 tahun penjara.

Xinhua mengatakan kedua pria itu “menghasut dan memaksa” delapan orang untuk membakar diri. Xinhua mengatakan tiga dari delapan orang itu membakar diri mereka dan tewas tahun 2012, sementara yang lainnya “dengan sengaja membatalkan rencana mereka” atau dihentikan oleh polisi.

Hampir 100 warga Tibet telah membakar diri mereka sejak tahun 2009 untuk memprotes apa yang mereka pandang sebagai kekuasaan Tiongkok yang menindas atas daerah-daerah warga Tibet di Tiongkok.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya