Selasa, 22 Juli 2014 Waktu UTC: 23:37

Berita / Indonesia

Temuan Situs Gunung Padang Bisa Ubah Peta Peradaban Dunia

Penemuan Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang diperkirakan berusia lebih dari 13.000 tahun, mengejutkan para peneliti arkeologi.

Suasana Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang sedang diteliti. Situs ini diperkirakan sudah berusia 13 ribu tahun (foto: VOA/R. Teja Wulan).
Suasana Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang sedang diteliti. Situs ini diperkirakan sudah berusia 13 ribu tahun (foto: VOA/R. Teja Wulan).
R. Teja Wulan
— Penemuan Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, cukup mengejutkan berbagai kalangan masyarakat, khususnya para peneliti arkeologi. Pasalnya, berdasarkan penelitian, situs ini diperkirakan berusia sekitar 13.000 tahun.

Itu artinya, peradaban di Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia. Sehingga temuan Situs Gunung Padang yang hingga saat ini masih dalam proses penelitian tersebut, bisa mengubah peta peradaban dunia.

Penelitian mengenai Situs Gunung Padang dilakukan sejak November 2011. Setelah diteliti selama hampir dua tahun hingga sekarang, diketahui bahwa Situs Gunung Padang bukanlah sebuah situs yang sederhana, melainkan sebuah monumen yang sangat besar. Situs ini diperkirakan luasnya mencapai 10 kali luas Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Koordinator Tim Peneliti Mandiri Terpadu Gunung Padang, Prof. Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan selama ini terlihat bahwa susunan batu pada Situs Gunung Padang sudah cukup maju.

Para peneliti sedang melakukan serangkaian analisis dan penelitian Situs Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat (foto: VOA/R. Teja Wulan).Para peneliti sedang melakukan serangkaian analisis dan penelitian Situs Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat (foto: VOA/R. Teja Wulan).
x
Para peneliti sedang melakukan serangkaian analisis dan penelitian Situs Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat (foto: VOA/R. Teja Wulan).
Para peneliti sedang melakukan serangkaian analisis dan penelitian Situs Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat (foto: VOA/R. Teja Wulan).
Susunan batu tersebut mirip dengan teknologi Situs Machu Pichu di Peru. Menurut Danny, yang lebih mengejutkan dari penemuan Situs Gunung Padang ini yaitu umur susunan batu yang berbeda-beda dari setiap lapisannya.

Lapisan teratas berumur lebih muda, yaitu 500 tahun Sebelum Masehi, ada pula lapisan yang berumur 7.000 tahun Sebelum Masehi. Bahkan, jika dihitung hingga lapisan terbawah, Situs Gunung Padang diperkirakan usianya sekitar 13 ribu tahun.

“Gunung Padang itu suatu monumen yang besar. Punden berundaknya yang lapisan pertamanya itu tingginya sampai 100 meteran, jadi luasnya 150 hektar, yang jelas 10 kali lebih besar dari bangunan (Candi) Borobudur. Dibilang menunjukkan umurnya lebih dari 13 ribu tahun itu sudah ada sekitar 3 atau 4 carbon dating (pengukuran umur lapisan berdasarkan kandungan unsur karbon di lapisan tersebut—red) yang kita lakukan di peta analisis,” papar Danny Natawidjaja.

Danny mengatakan, dengan usia yang sedemikian tua, maka Situs Gunung Padang dapat dikatakan sebagai situs peradaban tertua di dunia, melebihi Pyramid Giza di
Mesir, peradaban Mesopotamia, dan peradaban bangsa Arya, yang usianya antara 2.500 hingga 4.000 tahun Sebelum Masehi. Sehingga dengan demikian, keberadaan Situs Gunung Padang secara otomatis bisa mengubah peta peradaban dunia.

Danny Natawidjaja menambahkan, “Peradaban dunia yang dikenal manusia itu kan yang majunya baru sekitar 6.000 tahun, Mesopotamia, kemudian yang di Mesir, (Piramida) Giza itu, yang 2.500-2.800 tahun Sebelum Masehi. Itu yang dianggap sebagai peradaban tertua di dunia. Kalau kita bilang Gunung Padang usianya 13.000 tahun, tumbang semua. Itu tentunya akan menjadikan kita (Indonesia) yang menjadi pusat peradaban di masa lalu.”

Situs Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur ini telah dibuka untuk kunjungan wisatawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Nunung Sobari mengatakan, Situs Gunung Padang merupakan aset kebudayaan tak ternilai yang dimiliki oleh Indonesia.

“Gunung Padang kan itu situs cagar budaya yang sangat sangat hebat, tapi harus berdasarkan penelitian yang lebih komprehensif. Secara kunjungan (wisatawan di hari libur, red.) bagus, tapi harus ada juga usaha-usaha untuk memelihara kondisi (situs tersebut),” ujar Nunung Sobari.

Hingga saat ini, para peneliti yang tergabung dalam Tim Peneliti Mandiri Terpadu Gunung Padang masih melakukan penelitian dan ekskavasi atau penggalian terhadap Situs Gunung Padang. Pengelolaan Situs Gunung Padang saat ini berada di bawah Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala  atau BP3, Unit Pelaksana Teknis dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia yang berada di daerah.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 
oleh: daniel dari: medan
19.06.2013 15:26
betul itu kita harus bangga kepada indonesia bahwa gunung padang adalah suatu kebangkitan nusantara dar kertepurukan apa lg gungung padang artinya terang seperti di arab ada jabal nur


oleh: dammatha samena dari: mataram ntb
19.06.2013 03:46
tanda-tanda kejayaan nusantara sprti kata bung karno: "suatu saat Indonesia akan menjadi mercusuar dunia" atlantis akan segera dibuktikan.. hidup nusantara!!!


oleh: jokosas dari: solo
18.06.2013 02:06
Menurut saya dalam mengambil kesimpulan usia dari situs ini belumlah tepat karena yang dihitung usianya adalah usia batuannya BUKAN usia dari situs yang di bikin manusia.Kalo candi borobudur dihitung usianya dengan cara seperti ini tentulah usianya jauh lebih tua dari usia pembangunan candi tersebut. karena yg terhitung adalah usia Batuannya bukan usia bangunannya.Tapi kalo candi borobudur ada catatannya lewat prasasti jadi lebih tepat dalam penentuan usia bangunananya.Kalo ingin menentukan usia yg sebenarnya dari situs ini harus ada pembanding misalnya fosil dari manusia yg membangun situs tersebut, jadi nanti yg terhitung bukan usia batuannya tapi benar usia dari situs tersebut.


oleh: fatonah.suhardi dari: cibinong
12.06.2013 13:30
Semoga demikian adanya, ... dengan adanya sejarah yang dapat membuktikan nenek moyang kita sudah tinggi peradabannya , mungkinkah kita sebagai generasi dari bangsa ini dapat menciptakan peradapan baru yang lebih spektakuler? dari nenek moyang kita. agar penemuan ini tidak menjadi sia-sia, ....tidak hanya jadi sebuah tontonan untuk mengaguminya, tetapi merupakan inspirasi dan sebuah dorongan energy yang besar. oleh karna itu bersatulah Indonesia wujudkan impian kita bersama-sama


oleh: hamid benge dari: oesapa kupang NTT
12.06.2013 12:31
dimohon situs bukit nausus di perhatikan para ahli makasih apalagi dikabupaten TTS terdapat suku boti apakah mirip samvotsi suku ini seluruh garis keturunannya memakai konde diatas ubun ubunnya baik itu lelaki atau perempuanitu tua maupun muda kemungkinan dari garis keturunan sriwijaya atau kandis riau atau dari batukoto sumatra barat mohon penelitiannya


oleh: hamid benge dari: oesapa kupang NTT
12.06.2013 12:10
dikabupaten timor tengah selatan [SOE] situs mirip candi borobudur juga ada tepatnya disebua bukit mirip lima jari manusia dekat batu nausus pada tahun 1993 saya pernah melihatnya dgn teman saya michel dgn diantar bapak adat tofilus oematan keturunan keluarga raja oematan ti[ikal punden berundak bertingkat lima n batuannya masih utuh ada kendi dan ada patung patung dlm ornamen sederhana mirip situs patung danau poso dan diatur mirip swastika mohon pak andi arif dan ahli ahli arkeologi menelitinya dan saya mohon pada bapak menteri kebudayaan dan pariwisata RI untuk dapat menyingkapi pemberitahuan saya ini n pada tahun 1993 saya sudah memberitahu kekepala museum NTT dan kadis pariwisata NTT pada waktu itu,sekali mohon para ahli untuk menelitinya,karena saya melihat ada beberapa turis jepang juga berkemah disitu dekat pelataran sungai


oleh: Iwan Dharma Setiawan dari: Jakarta
11.06.2013 10:30
Satu lagi bukti kekayaan dan "kejayaan" bangsa kita, dgm ditemukannya Situs ini. Seharusnya bisa menambah rasa percaya diri bagi Bangsa, terutama generasi muda kita. Mudah2an para pemangku kepentingan dapat men"sosialisasikan" penemuan ini, dan memberi makna ttg kebesaran bangsa masa lalu, pada generasi muda sekarang dan yad. Kita dukung usaha penggalian arkeologi ini semoga berjalan lancar, menambah daftar karya besar pendahulu kita...


oleh: RM Zulkipli dari: Indonesia
11.06.2013 07:54
Hasil penelitian ini sangat menarik, sesuai dengan judul berita. Yang juga menarik adalah proses dalam penelitian ini:

1/ Tim Terpadu Riset Mandiri, terdiri dari beragam pakar/ahli multi disiplin ilmu, yang dengan SENGAJA mencari. Ini hal baru menurut saya, karena berita-berita penemuan benda bersejarah biasanya karena TIDAK SENGAJA, ditemukan petani mencangkul dsb. Dan melibatkan multi disiplin ilmu juga hal baru, karena biasanya hanya melibatkan arkeolog

2/ Tim Terpadu Riset Mandiri, sesuai namanya bekerja dengan MANDIRI, tanpa pendanaan dari NEGARA. Menurut saya ini adalah manifestasi PANCASILA yang menurut Ir.Soekarno memiliki saripati: GOTONG ROYONG. Tim ini telah melakukanya, ketika -kita- hanya beretorika dalam kata ini.

Tambahan, Trailer film semi documenter, perjalanan penelitian di Gunung Padang: www.youtube.com/watch?v=xCqWxanooE0


oleh: Abdur Rokib dari: Madura
06.06.2013 12:54
Adakah kaitan penemuan ini dengan hilangnya Benua atau Kerajaan Atlantis?. Dikisahkan bahwa kerajaan ini merupakan kerajaan yang sangat besar. Keberadaannya sejak ribuan tahun hanya dalam cerita dan dugaan. Lokasi benua atau kerajaan ini pernah ada yang menduga ada di wilayah nusantara. Kita lihat perkembangan penyelidikannya.


oleh: fazal dari: surabaya
05.06.2013 11:05
benar, saya sudah melihat dan memukul-mukul potongan batu-batunya setiap potongan yang mirip balok berbeda suaranya. kalo diteliti kayanya sangat besar kandungan besi atau unsur metalnya mendenting seperti gambang...semoga terbukti 13.000 tahun umurnya, lebih hebat dari yang ada...

Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook