Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 19:45

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Suu Kyi Bersedia Bantu Proses Perdamaian Pemerintah dan Suku Minoritas Burma

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi telah menawarkan diri untuk membantu merundingkan cara mengakhiri konflik antara pemerintah dan kelompok-kelompok suku minoritas di Burma.

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi telah menawarkan diri untuk membantu proses perdamaian pemeriintah dan suku minoritas di Burma (Foto: dok).
Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi telah menawarkan diri untuk membantu proses perdamaian pemeriintah dan suku minoritas di Burma (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Suu Kyi menyampaikan tawaran itu Selasa (12/2) dalam pidato lewat rekaman video kepada anggota partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang merayakan Hari Persatuan, hari ketika ayahnya, Jenderal Aung San, menandatangani perjanjian tahun 1947 dengan para pemimpin suku minoritas di negara itu untuk bersama-sama menuntut kemerdekaan dari Inggris.

Menurut presiden Burma, mengakhiri konflik antara pemerintah dan kelompok-kelompok suku minoritas merupakan suatu tantangan yang penting untuk pembangunan demokrasi.

Pekan lalu, pemerintah dan pemberontak suku Kachin mengadakan pembicaraan mengenai cara-cara untuk menghindari konfrontasi militer setelah bertempur hampir setiap hari sejak akhir Desember. Suu Kyi telah menuai kritik dari Kachin karena tidak mendorong pemerintah untuk mengakhiri serangannya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya