Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 13:46

Berita / Dunia / Eropa

Publikasikan Nama Pemilik Rekening Bank di Swiss, Wartawan Yunani Kembali Diadili

Para pejabat Yunani mengatakan seorang jurnalis yang baru saja dibebaskan akan diadili kembali karena mempublikasikan nama ribuan warga Yunani pemilik rekening bank di Swiss.

Redaktur majalah mingguan "Hot Doc", Costas Vaxevanis menunggu di luar gedung pengadilan di Athena, Yunani (Foto: dok). Vaxevanis kembali diadili setelah mempublikasikan nama ribuan warga Yunani pemilik rekening bank di Swiss (16/11).
Redaktur majalah mingguan "Hot Doc", Costas Vaxevanis menunggu di luar gedung pengadilan di Athena, Yunani (Foto: dok). Vaxevanis kembali diadili setelah mempublikasikan nama ribuan warga Yunani pemilik rekening bank di Swiss (16/11).
UKURAN HURUF - +
Pihak berwenang mengatakan seorang  jaksa penuntut telah mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang membebaskan Costas Vaxevanis 1 November lalu.  Para penuntut yakin keputusan pengadilan itu keliru.

Vaxevanis menghadapi kemungkinan sedikitnya dua tahun penjara karena mempublikasikan "Daftar Lagarde", sebuah dokumen yang berisikan nama-nama lebih dari 2000 pemilik rekening bank HSBC Yunani di Swiss.

Daftar itu diserahkan ke Yunani oleh pihak  berwenang Perancis  pada 2010. Daftar itu disebut  "Daftar Lagarde", meniru nama Christine Lagarde, ketua Dana Moneter Internasional (IMF) yang menjabat sebagai menteri keuangan Perancis saat daftar itu diserahkan.

Pengadilan pertama Vaxevanis merupakan hal yang dianggap memalukan bagi pemerintah Yunani. Wartawan itu menuduh para politisi menyembunyikan kebenaran dan melindungi orang-orang kaya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya