Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 07:55

Berita / Indonesia

Pesta Kesenian Bali Diharapkan Jadi Ajang Diplomasi Budaya

Kegiatan tahunan 'Pesta Kesenian Bali' (PKB) tidak saja diikuti oleh para seniman Bali dan daerah lainnya di Indonesia, tetapi juga diikuti oleh kelompok kesenian dari berbagai negara.

Parade seni mengawali pembukaan Pesta Kesenian Bali, hari Minggu 10/6 (foto: Muliarta).
Parade seni mengawali pembukaan Pesta Kesenian Bali, hari Minggu 10/6 (foto: Muliarta).
UKURAN HURUF - +
Muliarta Muliarta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan PKB ke-34 hari Minggu malam (10/6) di Denpasar Bali mengharapkan agar Kegiatan tahunan pesta kesenian Bali bisa menjadi ajang diplomasi budaya antar negara.

Presiden Yudhoyono mengungkapkan, selama ini pelaksanaan PKB selalu mengangkat tema-tema yang mengedepankan rasa kebersamaan, persaudaraan dan toleransi dalam penciptaan karya seni.

Menurut Presiden SBY, sudah selayaknya pesta kesenian Bali dijadikan sarana untuk memajukan persahabatan antar bangsa dan membangun kebersamaan bagi terwujudnya perdamaian.

“....serta (untuk) membangun kebersamaan bagi terwujudnya dunia yang damai, yang adil, dan yang sejahtera. Kita berprihatin dan sedih, di banyak belahan bumi saat ini tragedi kemanusiaan dan kekerasan masih terjadi, oleh karena itu dari Pulau Dewata ini, Indonesia mengajak dan menyerukan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia untuk kembali ke cara damai dalam menyelesaikan konflik apapun,” ujar Presiden SBY.

Parade pakaian adat Bali pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (10/6, foto: Muliarta).Parade pakaian adat Bali pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (10/6, foto: Muliarta).
x
Parade pakaian adat Bali pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (10/6, foto: Muliarta).
Parade pakaian adat Bali pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (10/6, foto: Muliarta).
Presiden Yudhoyono menegaskan bahwa upaya mewujudkan perdamaian di dunia bukan hanya kesempatan tetapi juga sebuah pilihan. Ia menambhkan, “Merajut perdamaian yang hakiki, bukan hanya kesempatan tetapi juga pilihan yang harus kita jalankan secara bersama dengan mengedepankan prinsip keharmonisan kedamaian dan kesejahteraan umat manusia.”

Sementara, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan pesta kesenian Bali dalam perkembangannya bukan hanya sebagai ajang pelestarian seni dan budaya Bali, tetapi kini juga telah menjadi bagian dari promosi pariwisata Bali

“Sehingga menjadi jendela cakrawala pandang, masyarakat luas tentang kekhasan dan seni budaya yang dimiliki masyarakat Bali , yang tetap lestari sampai sekarang, yang akan ditampilkan secara penuh, selama berlangsungnya pesta kesenian Bali,” papar Mangku Pastika.

Made Mangku Pastika mengatakan, pelaksanaan pesta kesenian Bali pada tahun ini tidak saja diikuti oleh kelompok kesenian dari 9 kabupaten kota di Bali, tetapi juga diikuti oleh kelompok kesenian dari Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan Timur dan Maluku.

Selain itu, juga terdapat kelompok kesenian dari Amerika Serikat, Jepang, India dan Inggris. Secara keseluruhan kegiatan pentas seni dan budaya yang akan berlangsung hingga 9 Juli mendatang melibatkan sekitar 15.000 seniman dari dalam dan luar negeri.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: adelia veronika dari: jakarta
11.06.2012 02:54
setuju, selain ajang diplomasi budaya, bisa juga sebagai ajang untuk menunjukkan potensi bisnis melaui kreatifitas seni bangsa kita


oleh: anik dari: denpasar
11.06.2012 02:34
mumpung hari minggu tgl 10 libur mending lihat PKB di renon hehhehehe

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya