Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 21:44

Berita / Indonesia

Perokok Anak di Bawah 10 tahun di Indonesia Capai 239.000 orang

Data Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menunjukkan jumlah perokok anak dibawah umur 10 tahun di Indonesia mencapai 239.000 orang.

Arist Merdeka Sirait (Foto: dok).
Arist Merdeka Sirait (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Muliarta Muliarta
Usia perokok di Indonesia kini semakin muda, bahkan telah menyentuh usia anak-anak. Kondisi ini yang menyebabkan Indonesia disebut sebagai satu-satunya negara di dunia dengan baby smoker atau perokok anak. 

Berdasarkan data Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menunjukkan selama tahun 2008 hingga 2012 jumlah perokok anak dibawah umur 10 tahun di Indonesia mencapai 239.000 orang. Sedangkan jumlah perokok anak antara usia 10 hingga 14 tahun mencapai 1,2 juta orang. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait pada keteranganya usai Workshop Advokasi Penerapan Perda kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Denpasar Bali pada Sabtu siang.

Arist mengungkapkan kondisi yang lebih memprihatikan yaitu perokok anak di Indonesia rata-rata menghabiskan 40 batang rokok perhari. Data terbaru yaitu ditemukanya seorang anak bernama Aldi Suganda di Sumatera Selatan yang telah merokok sejak umur 11 bulan. Menurut Arist, kondisi ini yang menyebabkan Indonesia disebut-sebut sebagai negara baby smoker atau perokok anak.

"Kita sudah diklaim sebagai baby smoker di Indonesia. Baby smoker itu menakutkan, tidak ada itu di Tiongkok. Tiongkok merupakan negara nomor satu dalam konsumsi rokok," komentar Arsit.

Arist Merdeka Sirait menyatakan atas kasus ini Komnas Perlindungan Anak akan melakukan gugatan class action atau gugatan dengan menggunakan hak hukum masyarakat terhadap pemerintah dan pabrik rokok. Gugatan tersebut menurut rencana akan didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada akhir bulan ini

"Menurut saya (hal tersebut) harus dilakukan, karena pemerintah tidak mengeluarkan regulasi untuk mengendalikan itu (iklan rokok). Pemerintah punya kewajiban untuk memelihara kesehatan masyarakat,” kata Arist.

Peneliti Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Made Kerta Duana, M.P.H menyebutkan hasil survey di Denpasar menunjukkan sekitar 34,5 persen remaja umur 13 sampai 22 tahun merupakan perokok aktif.

Penelitian yang dilakukan bulan Mei-September 2011 dan melibatkan 149 responden menunjukkan 98,5 persen perokok merupakan remaja laki-laki. Selain itu, tingkat kecanduan rokok pada remaja perokok aktif di Denpasar cukup parah

"Remaja mulai merokok pada saat mulai ke kamar mandi, jadi di WC mereka pertama mulai merokok. Jadi bukan setelah makan, bukan setelah kerja, pertama itu justru setelah bangun ke kamar mandi. Mereka buang air besar sambil merokok'" kata Made Kerta Duana.

Provinsi Bali menjadi salah satu daerah di Indonesia yang kini telah memiliki perda KTR. Menurut rencana perda tersebut akan mulai berlaku efektif pada awal Juni mendatang.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: regi dari: bandung
03.06.2012 02:34
saya ,merokok sudah dari umur12 thn , gmna terusan . kedepan nya untuk berhenti.. kecanduan .. ? pdhal sih mnurut saya mrokok hanya membuang kejenuhan saja kan .. ;gmna kalu rokok , dinaikin harga nya .. biar berp[ikir tdk membeli rokok lagi .....


oleh: reki dari: solo
25.05.2012 01:27
saya perokok sporadis :) tapi sedih melihat orang tua yang tak berdaya melihat anak balitanya jadi pecandu rokok sementara masyarakat begitu permisif dengan budaya rokok dan negara tak berdaya terhadap taipan-taipan yang nyumbang cukai. Saatnya hentikan!!!!


oleh: rudi dari: jakarta
22.05.2012 10:22
Melihat Hasil Survey Yang Demikian Sudah Saatnya kita Lebih Sering Mendengungkan Tentang BAHAYA MEROKOK Kepada Kalangan Muda.


oleh: bintang dari: semarang
21.05.2012 10:01
gimana kalo harga nya dinaikkan min 10x lipat, ditanggung anak-anak maupun orang dewasa akan berpikir ulang untuk membeli rokok


oleh: bintang dari: semarang
21.05.2012 10:01
gimana kalo harga nya dinaikkan min 10x lipat, ditanggung anak-anak maupun orang dewasa akan berpikir ulang untuk membeli rokok


oleh: rendi dari: harapa baru
20.05.2012 04:30
kita harus hentikan

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya