Kamis, 24 Juli 2014 Waktu UTC: 13:04

Berita / Dunia / Eropa

Pengunduran Paus adalah yang Pertama dalam 600 Tahun

Pemimpin Gereja Katolik, Paus Benediktus XVI akan mengundurkan diri akhir bulan ini. Ini adalah pertama kalinya seorang Paus mengundurkan diri dalam hampir 600 tahun.

Paus Bediktus XVI mengejutkan dunia dengan keputusannya untuk mengundurkan diri dari jabatannya yang disampaikan hari Senin 11/2/2013.
Paus Bediktus XVI mengejutkan dunia dengan keputusannya untuk mengundurkan diri dari jabatannya yang disampaikan hari Senin 11/2/2013.
Al Pessin
— Paus Benediktus mengejutkan pertemuan tingkat tinggi gereja di Vatikan dengan pengumumannya. Menurut teks yang diterbitkan kemudian, dalam pertemuan itu ia menyampaikan bahwa ia yakin “dalam keadaan sekarang ini” seorang paus harus cukup kuat untuk menyuarakan pendapatnya dan terlibat dalam berbagai aktivitas, dan bahwa kesehatannya sendiri "telah memburuk" dalam beberapa bulan terakhir.

Paus, yang berusia 85 tahun itu, mengatakan ia harus mengakui ketidakmampuannya untuk menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Dia mengatakan bahwa karena usianya yang telah lanjut, kekuatannya tidak cukup unutuk melakukan pekerjaan sebagai paus. Dia mengatakan doa dan penderitaan juga merupakan bagian dari tugas seorang paus, tetapi hal itu saja tidak cukup.

Pendahulunya, Paus Yohanes-Paulus II, wafat pada usia 85 tahun tahun 2005, setelah beberapa tahun di mana kelemahan fisiknya membatasi kegiatannya. Paus yang sekarang ini tampaknya ingin menghindari hal itu, dan juga mengirim pesan kepada penerusnya tentang tuntutan kepausan modern, yang mengharuskannya mengadakan lawatan keliling dunia dan pertemuan hampir setiap hari dengan para pejabat dan peziarah dari seluruh dunia.

Penampilan publik terbaru Paus Benediktus pada hari Minggu, ketika ia menyampaikan pidatonya di depan massa di Lapangan Santo Petrus pada kesempatan Tahun Baru Imlek. Dia berbicara tentang apa yang ia sebut "nilai-nilai universal" perdamaian, keharmonisan dan rasa syukur pada Tuhan, yang seperti dikatakan paus sebagai "hal yang diinginkan oleh semua orang untuk membangun keluarga mereka, masyarakat dan negara mereka" Paus mendoakan mereka yang merayakan Imlek "kehidupan yang bahagia dan sejahtera."

Paus Benediktus dilahirkan dengan nama Joseph Ratzinger pada tahun 1927 di kota Passau, Jerman. Ia menjadi kardinal dan Uskup Agung Munich pada tahun 1977. Dikenal dengan pandangan teologisnya yang konservatif, ia menjadi penasehat Paus Yohanes Paulus II lima tahun kemudian, dan diangkat setelah wafatnya Paus Yohanes Paulus pada tahun 2005.

Paus Benediktus akan menjadi Paus yang pertama meletakkan jabatan sejak tahun 1415, ketika Paus Gregory meletakkan jabatan untuk menyelesaikan klaim yang bertentangan mengenai kepemimpinan gereja yang sekarang melayani kira-kira 1,2 milyar pengikut di seluruh dunia.

Spekulasi muncul mengenai siapa yang akan dipilih sebagai pemimpin berikut Gereja Katolik Roma, sehari setelah Paus Benediktus mengejutkan dunia dengan pengumuman bahwa ia akan meletakkan jabatan.

Vatikan mengatakan pengunduran diri paus yang mengejutkan itu akan memicu serangkaian kegiatan yang berpuncak bulan depan dalam pertemuan kardinal Katolik sedunia. Seorang juru bicara mengatakan pihak yang berwenang berharap paus yang baru sudah terpilih pada saat Paskah, yang tahun ini jatuh pada tanggal 31 Maret.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: parsaoran parhusip dari: seminari st.petrus keusku
24.02.2013 07:26
saya berharap agar Tuhan penunjukkan pengganti paus kita ini karena gereja kita sampai saat ini masih krisis akan iman. paus adalah pemimpin utama kami jadi kita hanya mampu berdoa.


oleh: Arwin dari: Indonesia
13.02.2013 07:37
Memang untuk bekerja memerlukan pisik yang prima apalagi sebagai pemimpin tertinggi dalam memimpin umat katolik untuk satu dunia,pilih pengganti yang lebih muda.


oleh: thomas da silva dari: nd Flores
13.02.2013 01:07
sebuah keputusan yg saya rasa tepat dgn usis yg segitu dan pula dgn aktvitas yg padat dan kondisi tubuh yg telah uzur kiranya keputusan ini tdk membuat kita menjadi polemik thanks bpk Paus benedictus

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook