Jumat, 31 Oktober 2014 Waktu UTC: 20:42

Berita / Indonesia

Pemerintah Belum Berencana Untuk Pindahkan Ibukota

Meski wacana pemindahan ibu kota Jakarta ke kota lain terus disampaikan berbagai kalangan, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo menegaskan pemerintah belum berpikir tentang hal tersebut.

Kawasan Jl MH Thamrin menuju Bundaran HI hingga Jalan Jenderal Sudirman Jakarta digenangi banjir hingga ketinggian 50 sentimeter, 17 Januari 2013 (Foto: dok). Meskipun wacana terus diajukan berbagai kalangan, Pemerintah belum berpikir untuk memindahkan ibukota ke kota lain.
Kawasan Jl MH Thamrin menuju Bundaran HI hingga Jalan Jenderal Sudirman Jakarta digenangi banjir hingga ketinggian 50 sentimeter, 17 Januari 2013 (Foto: dok). Meskipun wacana terus diajukan berbagai kalangan, Pemerintah belum berpikir untuk memindahkan ibukota ke kota lain.
Iris Gera
Banjir dan kemacetan lalu lintas di Jakarta membuat wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke kota lain terus mengemuka. Studi yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat atau LSM Center for Indonesian Regional and Urban Studies atau CIRUS, pemindahan ibu kota Jakarta ke kota lain diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 100 triliun dan prosesnya butuh waktu sepuluh tahun kedepan

Kepada pers di Jakarta, Jum’at, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo menegaskan sampai saat ini pemerintah belum membuat perencanaan strategis mengenai pemindahan ibu kota.

“Sampai dengan sekarang belum ada perencanaan strategis dari pemerintah untuk memindahkan ibu kota. Jadi apabila ada pembahasan ataupun wacana dipersilahkan, namun secara resmi pemerintah belum punya rencana strategis,” ungkap Menkeu Martowardoyo.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua MK, Mahfud MD menegaskan pemindahan ibu kota bisa saja dilakukan namun ada proses hukum yang harus dijalankan. “Saya setuju saja kalau memang mau dipindah, pokoknya ndak ada halangan secara hukum dan konstitusi, secara hukum boleh saja. Kenapa tidak? Tapi tentu harus mencabut Undang-Undang Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta karena undang-undang itu sudah paten. Kalau memang mau dipindah, ya undang-undang itu harus dicabut,” kata Mahfud MD.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widdodo berpendapat, pemindahan ibu kota belum perlu dilakukan karena ia optimistis berbagai masalah di Jakarta dapat dikurangi. “Kalau upaya-upaya untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Jakarta ini mentok, mengatasi banjir memang betul-betul nggak bisa, mengatasi macet betul-betul nggak bisa, barulah berpikir untuk iya dan tidak iya," kata Gubernur Jokowi. "Kita ini kan baru tiga bulan, baru akan berusaha mengatasi itu. Kalau saya optimis bisa menyelesaikan, mengurangi masalah-masalah yang ada,” tambahnya.

Direktur Eksekutif LSM CIRUS, Andrinov Chaniago berpendapat, pemindahan ibu kota dapat dilakukan jika ada  hal-hal terkait Indonesia sebagai negara, dan bukan hanya terkait kota Jakarta.

“Sebagian dari masalah yang akhirnya muncul karena tidak ada keputusan strategis  untuk memindahkan ibu kota, mereka tidak berpikir tentang Indonesia, harusnya soal pemindahan ibu kota ini adalah dalam mengatasi masalah Indonesia, nah masalah Indonesia itu bukan saja masalah membenahi Jakarta,” kata Chaniago.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Rakean Agung dari: Tangerang
27.01.2013 09:53
Tidak mampu atasi banjir dan macetkah,lantas timbul wacana pindah Ibu Kota,dan itu sudah sering dilontarkan.Disaat,warga Jakarta sedang merana mengalami banjir dan macet dengan segala dampaknya,wacana pindah itu dikumandangkan dengan merdunya kembali oleh Marzuki Alie,yang ketua DPR itu,begitu pun Taofik Kiemas,sang Ketua MPR dengan ringan pula berwa cana tentang kepindahan Ibu Kota,Jakarta.Sementara,korban berjatuhan termasuk korban jiwa.Timbul pertanyaan,dimanakah asa kepedulian beliau2 itu sebagai wakil rakyat,disaat warga Jakarta dan sekitarnya,bahkan diprovinsi lainpun mengalami dampak banjir ini.ATasi,banjir tentu tidak bisa diatasi oleh Guber nur DKI,sendirian,berapapun dana trilyunan digelontorkan,tanpa memperhatikan Hulu Hilirnya.Lihatlah,di Bopuncur,Bogor,Puncak Cianjur sana,Vila2 bermunculan disanasini,Pembalakan Hutan dan Gunung terjadi pula.Begitupun,program reboisasinya tidak jelas kelanjutannya,serta dana ratus milyarpun raib pula di kor upnya.Jadi,perlu kooperatif antara lintas provinsi dan pusat. Tidak bisa Gubernur DKI Jakarta bekerja sendirian,sehebat dan sebanyak apapun dana digelontorkan.Jadi,bagaimana mengatasi permasalahan bangsa dan negara yang begitu kruisal serta mensejahterakan rakyat umumnya,menjadikan bangsa yang mandiri dan berdaulat dalam segala hal,bila meng atasi banjir dan macet saja jauh dari bisa dan mampu.Perlu,intro speksi dan evaluasi totalitas bagi pengelola negara ini.Tidak sebatas berwacana ria,kepindahan Ibu Kota,saja!.


oleh: wayan purba dari: denpasar
26.01.2013 15:01
walaupun baru wacana untuk memindah ibu kota ,tidak semudah membalikkan telapak tangan sebab apa dgn memindahkan ibu kota ketempat lain hasil akan sama bahkan perlu anggaran cukup tinggi untuk menopang pasilitas baru dari nol mendingan kita cek penyebab dari msl banjir ,kemacetan itu ada sebabnya, kita cari solusinya ajak semua lapisan masykt di sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan dari yang terkecil /dlm rumah tangga. itu dulu solusi saya mungkin ada yng lainnya monggo


oleh: satrio dari: surabaya
26.01.2013 04:56
Syarat kota yang "Berpeluang" menjadi Ibu Kota RI

1. Memiliki Bandara Udara Bertaraf Internasional
2. Memiliki Pelabuhan Laut
3. Kemungkinan Bencana Alam Minim
4. Strategis, Potensial dan "Bersejarah".

Bagaimana kalau Kota Surabaya, Ibu Kota Provinsi Jawa Timur sebagai Ibu Kota RI ? Bukan karena saya tinggal di Surabaya saja lho.......Tapi Kenapa harus "Saat Ini" ? Bagi yang "Percaya" ramalan Joyoboyo yang "Ditafsirkan" bahwa Susilo Bambang Yudhoyono disebut sebagai "Satria Boyong Pambukaning Gapura" yang mempunyai arti satria yang berpindah tempat dan membuka gerbang. Disebutkan pula bahwa ia adalah negarawan tanpa pamrih yang akan menjembatani ke arah kemakmuran, meletakkan pondasi kenegaraan baru seperti membuka pintu gapura zaman keemasan. Aamiin

Selengkapnya: http://www.lawangpost.com/read/ramalan-satrio-piningit-dalam-era-reformasi-dan-demokrasi/430/#ixzz2Ixa4FvZp


oleh: agus hudoyo dari: solo
25.01.2013 23:44
"Benahi dulu Jakarta yang lebih baik" itu yang PENTING..... masalah ibu kota maupindah itu urusan belakang.....
"Selesaikan dulu Masalah jangan Menambah Masalah"...


oleh: bambang hary soesanto dari: jatiroto/lumajang/jatim
25.01.2013 16:58
pejabatnya tidak mempunyai visi kedepan untuk kemajuan bangsa ini,tidak punya jiwa seni untuk membangun ibukota yang baru dgn perencanaan yg lebih matang bertarap ibu kota kelas dunia,jakarta sdh kumuh dan padat,sdh tdk ada ruang lagi untuk hidup nyaman.rasa ketakutan kalau ibukota pinda kedaerah lain etnis tertentu akan menguasai pemerintahan.jakarta bakal jadi kota mati karena jakarta tdk punya sumber alam.dan over population,pejabat dijakarta tdk ada niat untuk pemerataan pembangunan,rasa iri hati kalau ada wilaya lain yg maju menyamai jkt.seandainya saya presidentnya hari ini jg ibukota sy pindakan ketempat yg bs menjanjikan dan jadi kebangaan rakyat indonesia.banyak sekali keuntunganya kalau ibukota pinda ke daera lain seperti di kalimantan dr pd di jakarta..

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook