Rabu, 25 Mei 2016 Waktu: 06:25

    Berita / Indonesia

    Orangutan Hasil Sitaan di Solo Luka Parah

    Seekor orangutan hasil sitaan di Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi luka parah dan kecanduan rokok.

    Orangutan yang terluka parah di dalam kandang di Taman Satwa Taru Jurug di Solo, Jawa Tengah, dirawat oleh dokter dan aktivis. (VOA/Yudha Satriawan)
    Orangutan yang terluka parah di dalam kandang di Taman Satwa Taru Jurug di Solo, Jawa Tengah, dirawat oleh dokter dan aktivis. (VOA/Yudha Satriawan)
    Yudha Satriawan
    Seekor orangutan yang terluka parah sedang menjalani perawatan di kompleks kebun binatang Taman Satwa Taru Jurug, ditangani oleh empat orang dokter dan pegiat Pusat Perlindungan Orangutan (COP).

    Kepala Taman Satwa Taru Jurug Solo, Lilik Kristianto, saat ditemui di lokasi karantina satwa Senin (17/12) mengatakan orangutan jantan ini hasil sitaan Badan Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA wilayah 1 Jawa Tengah akhir pekan kemarin. Satwa ini dititipkan di kebun binatang ini untuk menjalani pengobatan.

    “Kondisi sangat parah, bengkak-bengkak dan penuh luka. D belakang telinga ada infeksi luka, mengeluarkan cairan bau busuk. Kemudian bengkak memanjang dari atas telinga hingga belakang kepala. Luka robek juga ada. Kita sudah siapkan untuk operasi, ada tim medis kami dan teman-teman dari COP,” ujar Lilik.

    Orangutan ini berusia sekitar 12 tahun dan ditempatkan di salah satu ruangan khusus karantina di kebun binatang ini. Bau busuk menyengat dari luka yang dialami satwa ini. Tim medis dari kebun binatang ini, dokter hewan Nuraini, mengungkapkan orangutan ini terus dalam pengawasan khusus dan situasinya membaik.

    “Sementara kita kasih antibiotik, antiradang dan tambahan vitamin. Kita juga tambahkan porsi makanan, variasi makanannya. Selama di kebun binatang ini, ya makanannya kita standarkan sesuai habitatnya,” ujar Nuraini.

    Orangutan tersebut diberi nama Kirno dan disita dalam razia khusus di Pati, Jawa Tengah. Juru bicara lembaga swadaya masyarakat Pusat Perlindungan Orangutan (COP), Dani Indarto, mengatakan masa penyembuhan luka dan terapi khusus kecanduan rokok yang dialami orangutan tersebut menjadi prioritas pemulihan kondisi orang utan tersebut.

    “Orangutan ini sudah dipelihara pemiliknya sejak 6 tahun lalu, kepemilikan pribadi. Dulu dibeli seharga Rp 600 ribu yang dibawa lewat truk-truk pengangkut kayu dari Kalimantan. Belinya di Pati, kan banyak sopir truk yang lewat di daerah itu perjalanan dari Kalimantan,” ujar Dani.

    “Yang jelas orangutan ini satwa selundupan, legal. Satwa ini ternyata juga kecanduan rokok. Kita akan coba meminimalisir dan menghentikan kebiasaan merokok pada orangutan ini dengan terapi dan karantina khusus.

    Selain orangutan, satwa hasil sitaan Balai Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA wilayah 1 Jawa tengah antara lain dua pasang burung bayan,  seekor kakaktua jambul kuning, seekor kakaktua jambul putih, seekor burung nuri, dan seekor merak. Lokasi razia satwa tersebut di Klaten, Jawa Tengah dan semuanya kini dirawat di Taman Satwa Taru Jurug Solo.

    Lihat Juga

    Pembentukan Kantor Pertahanan di Setiap Daerah Dinilai Tidak Perlu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Imparsial menilai pembentukan kantor pertahanan di 34 provinsi sebagaimana digagas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudi dinilai tidak perlu. Selengkapnya

    Popularitas Bernie Sanders Melonjak dalam Jajak Pendapat

    Dalam kurun waktu satu tahun, tingkat popularitas kandidat Capres Partai Demokrat, Bernie Sanders dalam jajak pendapat meningkat dari 40 poin di bawah, menjadi hampir setara dengan Hillary Clinton. Selengkapnya

    Obama Bahas Isu HAM dan Pembangunan Ekonomi di Vietnam

    Presiden Amerika Barack Obama hari Selasa (24/5) melanjutkan lawatannya di Vietnam, menyinggung dua tema, yaitu pembangunan ekonomi dan HAM, dan mengatakan keduanya kerap saling berhubungan. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami