Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 02:19

Berita / AS

Obama Minta MA Cabut Larangan Perkawinan Sesama Jenis

Pemerintahan Presiden Amerika Barack Obama mendaftarkan dokumen hukum ke Mahkamah Agung agar mencabut sebuah UU perkawinan tahun 1996, Jumat (22/2).

Pemerintahan Obama menandai pertama kalinya seorang presiden Amerika mendukung hak-hak perkawinan sesama jenis di tingkat Mahkamah Agung, dengan mendaftarkan dokumen hukum agar mencabut UU perkawinan (DONA) tahun 1996, Jumat (22/2).
Pemerintahan Obama menandai pertama kalinya seorang presiden Amerika mendukung hak-hak perkawinan sesama jenis di tingkat Mahkamah Agung, dengan mendaftarkan dokumen hukum agar mencabut UU perkawinan (DONA) tahun 1996, Jumat (22/2).
UKURAN HURUF - +
Gedung Putih berpendapat bahwa UU perkawinan yang disebut DOMA itu melanggar jaminan konstitusional adanya perlindungan yang setara bagi seluruh rakyat dibawah hukum.

Dokumen itu mengatakan DOMA mengecualikan puluhan ribu pasangan homoseksual dari berbagai tunjangan federal yang diterima pasangan heteroseksual.

Undang-undang perkawinan tahun 1996 tersebut yang secara spesifik menetapkan bahwa perkawinan adalah antara seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Dokumen itu, yang didaftarkan hari Jumat (22/2), menandai pertama kalinya seorang presiden Amerika mendukung hak-hak perkawinan sesama jenis di tingkat Mahkamah Agung.

Kasus perkawinan sesama jenis di Mahkamah Agung melibatkan Edith Windsor, seorang lesbian yang menikah selama puluhan tahun dengan pasangannya. Namun, setelah pasangannya meninggal, Windsor diwajibkan membayar pajak barang tidak bergerak dalam jumlah besar karena mereka tidak dianggap menikah secara sah berdasarkan DOMA.

Partai Republik baik di Senat maupun di DPR telah menentang posisi Presiden Obama terkait perkawinan sesama jenis. Mahkamah Agung dijadwalkan membahas kasus ini bulan depan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Usher-Justin Bieber dan Konser The Rolling Stones - VOA untuk Insert

Setelah menggelar konsernya di London dan Paris akhir tahun lalu, kelompok band kawakan "The Rolling Stones" mulai menggelar konsernya di 17 tempat di Amerika. Dalam episode kali ini, Vina Mubtadi juga mengajak pemirsa untuk menyimak kabar gugatan sebesar $10 Juta kepada Usher dan Justin Bieber atas tuduhan menjiplak lagu "Somebody To Love" ciptaan Devin Copeland dan Mareio Overton.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya