Jumat, 01 Agustus 2014 Waktu UTC: 07:47

Berita / AS / Ramadan di AS

Obama Bahas Isu Penting bagi Muslim dalam Acara Jamuan Buka Puasa

Sebagaimana presiden sebelumnya, Presiden Obama juga mengadakan acara buka bersama atau iftar di Gedung Putih hari Jumat (10/8).

Presiden Barack Obama memberikan pidato saat menjadi tuan rumah dalam acara jamuan buka puasa bersama di Gedung Putih, Jumat malam (10/8).
Presiden Barack Obama memberikan pidato saat menjadi tuan rumah dalam acara jamuan buka puasa bersama di Gedung Putih, Jumat malam (10/8).

Artikel Terkait

Acara buka bersama atau iftar itu digunakan Presiden Obama membicarakan beberapa isu yang penting bagi  Muslim.

Kemudian ia mengemukakan penghargaan pribadi kepada Huma Abedin, seorang pembantu utama Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, yang oleh sekelompok anggota fraksi Republik di Kongres dituduh mempunyai hubungan dekat dengan Ikhwanul Muslimin atau Persaudaraan Muslim.

Ikhwanul Muslimin, yang kini menjadi partai yang berkuasa di Mesir, adalah organisasi politik dengan agenda mempromosikan Hukum Syariah.

Dalam acara buka bersama di Gedung Putih itu Huma Abedin duduk dekat presiden. Presiden Obama mengatakan “Huma Abedin adalah seorang patriot Amerika dan contoh dari apa yang kita butuhkan di negeri ini – lebih sebagai pegawai negeri dengan sifatnya yang santun, anggun serta kemurahan hatinya."

Abedin telah menjadi sasaran sekelompok kecil anggota fraksi Republik yang konservatif di Kongres termasuk mantan kontestan calon presiden Michele Bachmann yang menuduhnya bagian dari satu konspirasi Muslim untuk mempengaruhi politik luar negeri Amerika.

Namun, setelah munculnya komentar Bachmann itu, beberapa anggota senior fraksi Republik termasuk Senator John McCain dan Ketua Dewan Perwakilan John Boehner beberapa pekan terakhir tampil membela Abedin.

Presiden Obama juga memuji atlit putri Muslim yang bertanding di olimpiade. Ia mengatakan, untuk pertama kali dalam sejarah Olimpiade dalam tiap team terdapat paling tidak seorang atlit putri. Salah satu sebab terjadinya kemajuan yang bersejarah ini, katanya, tiap team dari satu negara yang berpenduduk mayoritas Muslim terdapat atlit putri.

Akhirnya Presiden Obama mengatakan, presiden ke-3 Amerika, Thomas Jefferson menghelat iftar di Gedung Putih lebih dari 200 tahun lalu. Kitab suci Al Qur’an milik Jefferson dipajang pada acara iftar di Gedung Putih hari Jumat itu.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Damaz dari: Bandung
16.08.2012 21:04
serigala berbulu domba.. hati2 ada udang dibalik bakwan tuh.


oleh: billy dari: pekalongan
12.08.2012 08:40
kura2 dalam perahu... pelanggaran HAM berat terjadi lagi di Myanmar ko sante2 aj, coba kalo umat Islam yang melakukanya?


oleh: ikhwa dari: medan
12.08.2012 07:26
wah,, dipajang?? belum tentu dibaca.


oleh: kalmat dari: pontianak
12.08.2012 04:48
agenda yng terselubung....


oleh: HBur,SH M dari: Banda Aceh.Indonesia
12.08.2012 04:47
Cara Obama, iftar di Gedung Putih, terasa sangat menyejukkan hati,betapa jalinan dan hubungan dengan Ummat Islam dilakukan Obama dengan ilegan, akan tetapi satu hatapan yang belum terujud sejak Thomas Jefferson Presiden AS ke tiga 200 tahun yang lalu sampai Obama Amerika Serikat lebih memihak dan membela nasib Yahudi( Israel) ,dan sama sekali tidak pernah membela ummat Islam, bahkan membiarkan didholimi Israel, dan diam seribu bahasa krtika melihat Ummat Islam dibantai srperti Muslim Rohingya. apa maksud Obama dengan memanfaatkan Iftar di Gedung putih dalam moment Ramadhon ini.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook