Tautan-tautan Akses

Kiat Orang Tua Muslim di AS Ajarkan Puasa pada Anak-anak


Belajar membaca Al-Quran di masjid merupakan salah satu kegiatan yang diajarkan kepada anak-anak selama bulan Ramadan (foto: dok).

Belajar membaca Al-Quran di masjid merupakan salah satu kegiatan yang diajarkan kepada anak-anak selama bulan Ramadan (foto: dok).

Anak-anak Muslim di Amerika yang berpuasa mendapat tantangan karena hidup di tengah masyarakat yang sebagian besar tidak berpuasa Ramadan.

Nurul Fatiyah sudah 15 tahun tinggal di Amerika, tepatnya di kawasan Silver Spring, Maryland. Ibu tiga anak, yang masing-masing berusia, 15, 12 dan 6 tahun, itu tidak merasa sulit untuk mendidik anaknya berpuasa. Putri sulungnya sudah terbiasa puasa sejak berusia 11 tahun. Kebetulan, tahun ini bulan Ramadan jatuh pada musim panas ketika sekolah libur.

“Selama ini mereka Alhamdulilah tidak pernah mengeluh, karena juga banyak kegiatan dari komunitas Muslim di Washington, DC yang sangat aktif membuat anak-anak sibuk. Seminggu sekali mereka bertemu di IMAAM Center untuk membaca Al Qur’an, diberi hafalan, dan selama seminggu mereka bisa menghafal beberapa ayat Al Qur’an,” tutur Nurul.

Tampaknya, anak-anak dengan senang hati bisa menjalankan ibadah puasa, apalagi dengan banyaknya kegiatan di masjid selama liburan panjang musim panas ini. Teapi, bagaimana kalau mereka berpuasa, ketika sekolah berlangsung, mengingat mereka harus ke kafetaria untuk santap siang bersama teman-teman sekolah lainnya?

Nurul mengatakan, “Tahun-tahun pertama mereka sekolah ketika mereka berpuasa sewaktu mereka di SD. Saya bicara kepada gurunya kalau mereka tidak akan makan selama sebulan, pada bulan Ramadan itu. Guru-gurunya memberi alternatif, mereka tidak duduk di kafetaria bersama teman-temannya yang sedang makan siang, tetapi mereka pergi ke perpustakaan melakukan aktivitas lain.”

Lain halnya dengan Muhammad Eko Sukarno yang baru 2 tahun tinggal di kota Las Cruses, New Mexico. Ia tahu bahwa putra sulungnya yang berusia 12 tahun itu suka tantangan., maka tidak sulit baginya untuk mengajar anaknya berpuasa.

“Sepertinya senang-senang saja, karena bagi dia seperti tantangan. Dia tidak mau kalah, jadi kalau saya tantang, lebih gampang. Kebetulan sudah umur 12, kalau di dalam Islam laki-laki seumur itu sudah besar, jadi saya pacu saja. Di masjid sini ada Sunday School, karena bergaul dengan teman-temannya yang beragama Islam dan mereka berpuasa, malah yang lebih muda daripada dia juga sudah berpuasa,” papar Eko.

Kepada anak-anak lainnya yang berusia 10, 7 dan 5 tahun itu, Eko Sukarno mendidik mereka untuk berpuasa sebisa mereka dan membiasakan mereka untuk sahur.

“Sedangkan adik-adiknya itu saya tantang saja, kalau bisa sehari penuh, kalau tidak ya tidak apa-apa, yang penting belajar. Jadi, setiap sahur kami bangunkan semuanya. Setalah sahur kami sholat dan mereka tidur lagi. Karena sunah rasul begitu, kita harus sahur, ya…biarpun yang kecil, ya …terserah mereka. Kalau misalnya bangun jam 9 dan lapar ya tidak apa-apa, yang penting kita biasakan sahur dan sholat,” ujar Eko lagi.

Muslim asal Indonesia yang tinggal di Las Cruses, New Mexico, hanya M. Eko Sukarno bersama keluarganya. Teman-teman mereka sesama Muslim berasal dari Arab dan Pakistan yang sedang menimba ilmu di kota itu.
XS
SM
MD
LG