Senin, 24 Nopember 2014 Waktu UTC: 02:43

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Mie Instan Dingin, Kudapan Musim Panas di Jepang

Musim panas yang menyengat dan krisis energi membuat produsen makanan dan minuman di Jepang mengeluarkan produk makanan dingin.

Produsen mie instan Jepang, Nissin, mengeluarkan produk mie dicampur es untuk musim panas yang menyengat. (Photo: Reuters)
Produsen mie instan Jepang, Nissin, mengeluarkan produk mie dicampur es untuk musim panas yang menyengat. (Photo: Reuters)
Makan mie instan panas yang mengilap dan mengepulkan uap pada tengah malam merupakan kenangan standar para mahasiswa di seluruh dunia.

Namun tempat kelahiran kudapan tersebut, yaitu Jepang, yang menghadapi kemungkinan kurangnya suplai tenaga listrik di tengah musim panas yang menyengat, sekarang membuat mie instan dingin dengan dicampur es.

“Departemen pemasaran kami terus melakukan percobaan untuk menemukan cara baru menikmati produk kami. Dan tahun lalu, di tengah krisis energi skala besar, salah satu staf kami mencoba mencampurkan es ke dalam mie instan cangkir,” ujar salah seorang juru bicara Nissin Foods Holdings Co, produser utama mie instan Jepang, seperti yang dikutip oleh kantor berita Reuters.

“Rasanya terutama sangat enak untuk Cup Noodle Light,” tambahnya, mengacu ke produk dengan rasa kedelai yang mengandung ayam dan daging sapi, dan kalori dan kandungan minyak yang lebih sedikit.

Mie instan dingin ini dibuat dengan memasukkan banyak sekali es ke dalam mie yang telah dibuat dengan cara biasa. Hal ini membuat mie tersebut lebih kenyal dan tidak seasin biasa.

Produk tersebut menjawab kebutuhan di Jepang, yang mengalami kekurangan energi musim panas lalu dan menghadapi masalah energi serius lagi tahun ini akibat ditutupnya sebagian besar pembangkit listrik tenaga nuklir setelah krisis nuklir di Fukushima karena gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011.

Para konsumen di sebagian besar negara tersebut, yang bergantung pada tenaga nuklir untuk 30 persen kebutuhan energinya, telah diminta untuk mengurangi penggunaan listrik, menaikkan suhu pendingin atau mematikannya.

Nissin mulai mengiklankan mie instan dinginnya pada Mei dan penjualan Cup Noodle Light terutama naik 2,5 kali pada Mei dan Juni dibandingkan setahun yang lalu.
Nissin bukan satu-satunya perusahaan yang mengeluarkan produk makanan dingin untuk mengatasi suhu musim panas.

House Foods Corp memasuki musim panas kedua untuk penjualan kari instan yang tidak perlu dipanaskan, sementara produsen bir Kirin awal tahun ini menjual bir dingin yang ditambah busa beku di atasnya.
“Sekarang ini ada kesadaran publik yang tidak pernah ada sebelumnya mengenai konservasi energi, akibat bencana 11 Maret,” ujar Kazue Matsui, analis makanan dan anggota Asosiasi Analis Makanan Jepang.

“Semua orang ingin menghemat energi dengan makan makanan dingin dan mendinginkan badan dari dalam.” (Reuters/Teppei Kasai)
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook