Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 04:25

Berita / Dunia / Afrika

Menlu Perancis Serukan Pasukan Afrika Pimpin Pertempuran di Mali

Menteri Luar Negeri Perancis mengatakan sudah saatnya pasukan Afrika memimpin pertempuran di Mali untuk mengusir militan Islamis dari bagian utara negara itu.

Menlu Perancis Laurent Fabius menyerukan agar pasukan Afrika memimpin pertempuran di Mali (foto: dok).
Menlu Perancis Laurent Fabius menyerukan agar pasukan Afrika memimpin pertempuran di Mali (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Menlu Perancis, Laurent Fabius berbicara dalam KTT darurat para pemimpin Afrika Barat hari Sabtu di Abidjan - ibukota keuangan Pantai Gading - di mana mereka membahas penempatan lebih banyak pasukan ke Mali untuk membantu tentara Perancis dalam pertempuran itu.

Negara-negara tetangga diperkirakan akan mengirim setidaknya 3.000 tentara ke Mali, setelah Perancis campur-tangan sekitar seminggu lalu guna mencegah militan Islamis yang menguasai bagian utara negara itu terus maju.

Hari Jumat, pejabat-pejabat di Mali mengatakan pasukan yang didukung Pemerintah telah merebut kembali kota Diabaly, mengusir Islamis yang merebut kota itu hari Senin. Pasukan Mali sebelumnya melaporkan, mereka juga merebut kembali kota Konna di Mali timur.

Pejabat-pejabat Perancis mengatakan sekitar 1.800 tentara Perancis kini berada di Mali. Jumlah itu akan ditingkatkan  menjadi 2.500 dalam beberapa hari mendatang. Perancis mengatakan pasukannya akan tinggal di negara itu sampai situasi stabil.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya