Rabu, 22 Oktober 2014 Waktu UTC: 23:01

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Mahkamah Agung Pakistan Perintahkan Penangkapan PM Ashraf

Mahkamah Agung Pakistan telah memerintahkan penangkapan Perdana Menteri Raja Pervez Ashraf yang dituduh melakukan korupsi dalam jabatan sebelumnya.

Para pendukung ulama Pakistan Tahir-ul Qadri melanjutkan aksi protes di Islamabad menuntut pembubaran pemerintah (15/1). Mahkamah Agung Pakistan telah memerintahkan penangkapan PM Raja Pervez Ashraf terkait korupsi dalam jabatan sebelumnya.
Para pendukung ulama Pakistan Tahir-ul Qadri melanjutkan aksi protes di Islamabad menuntut pembubaran pemerintah (15/1). Mahkamah Agung Pakistan telah memerintahkan penangkapan PM Raja Pervez Ashraf terkait korupsi dalam jabatan sebelumnya.
Mahkamah Agung Pakistan telah memerintahkan penangkapan Perdana Menteri Raja Pervez Ashraf dalam kasus korupsi, sementara demonstran anti pemerintah berkumpul di ibukota, menyerukan pembubaran pemerintah.

Laporan televisi Pakistan Selasa mengutip para pejabat yang mengatakan mahkamah memerintahkan penangkapan Perdana Menteri bersama 15 orang lainnya dalam kasus korupsi terkait pembangkit listrik swasta. Tuduhan-tuduhan itu berasal dari jabatan Ashraf sebelumnya sebagai menteri air dan listrik.

Ia dituduh menerima suap untuk mengatur pembangunan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik Pakistan. Ashraf membantah tuduhan-tuduhan tersebut.
Menurut para pengamat, perintah penangkapan itu dapat meningkatkan ketegangan antara pemerintah dan pengadilan.

Juga Selasa, ulama Pakistan Tahir-ul Qadri mendesak pengikutnya yang berkemah di sekitar gedung parlemen di Islamabad agar melanjutkan protes anti pemerintah dan anti korupsi. Helikopter-helikopter militer terbang di atas mereka sementara para pendukung Qadri yang melambai-lambaikan bendera menduduki jalan-jalan di ibukota untuk hari kedua.

Sebelumnya, pasukan keamanan sempat menggunakan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran, dan melepaskan tembakan ke udara untuk menjaga ketenteraman.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook