Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 12:48

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Laporan CW: Perusanaan Tiongkok Mampu Bangun Pencakar Langit Dalam 90 Hari

Perusahaan konstruksi Tiongkok, Broad Sustainable Building (BSB), menyatakan dapat membangun "Sky City" gedung pencakar langit tertinggi di dunia berlantai 220 hanya dalam 90 hari.

Para pekerja memasang baja untuk konstruksi sebuah bangunan di Yueyang, propinsi Hunan, Tiongkok (Foto: dok). Perusahaan konstruksi Tiongkok, Broad Sustainable Building (BSB) menyatakan keyakinannya untuk dapat membangun sebuah "Sky CIty", gedung pencakar langit bertingkat 220 dalam waktu hanya 90 hari.
Para pekerja memasang baja untuk konstruksi sebuah bangunan di Yueyang, propinsi Hunan, Tiongkok (Foto: dok). Perusahaan konstruksi Tiongkok, Broad Sustainable Building (BSB) menyatakan keyakinannya untuk dapat membangun sebuah "Sky CIty", gedung pencakar langit bertingkat 220 dalam waktu hanya 90 hari.
UKURAN HURUF - +
Sebuah perusahaan konstruksi Tiongkok bersikeras mengatakan bahwa pihaknya akan dapat membangun gedung pencakar langit tertinggi di dunia hanya dalam beberapa minggu.

Perusahaan Broad Sustainable Building mengatakan kepada majalah Construction Week, pihaknya yakin dapat menyelesaikan Sky City, gedung yang direncanakan akan memiliki 220 tingkat tersebut, hanya dalam 90 hari.

Perusahaan itu mengatakan akan menyelesaikan bangunan setinggi 838 meter di kota Changsha dengan kecepatan menakjubkan, sebanyak lima tingkat per hari, dengan menggunakan metode khusus yang menyatukan bagian-bagian bangunan yang sudah dibuat sebelumnya.

Para pejabat mengatakan konstruksi bangunan diperkirakan akan dimulai akhir tahun ini, namun mereka masih menantikan persetujuan pemerintah Tiongkok atas proyek tersebut. Gedung itu nantinya akan didiami lebih dari 31.000 orang, termasuk sekolah, rumah sakit, kantor-kantor dan bisnis lainnya.

Gedung tersebut dirancang oleh para insinyur yang merancang Burj Khalifa di Dubai, dengan ketinggian 828 meter, yang saat ini merupakan gedung tertinggi di dunia.

Broad Sustainable Building mulai dikenal pada akhir tahun 2011, saat perusahaan itu membangun sebuah gedung 30 tingkat hanya dalam waktu 15 hari dengan menggunakan teknologi yang sama.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: dirk p. palit dari: tomohon
25.11.2012 20:20
china boleh maju seperti ini karena langkah awal membangun negara adalah memberantas korupsi tanpa memandang siapapun dia..pimpinan partai, birokrat rakyat biasa sama ditindak sesuai hukum yang berlaku.... tantang bagi Indonesia neggara yang galak-galaknya memberantas korupsi....tetapi disesalkan pemerintah tidak tegas dan konsisten menerapkan hukum... .


oleh: cikhansah dari: Palembang
21.11.2012 09:37
Wow...... kita tunggu saja berita selanjutnya....... perlu diuji

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya