Rabu, 22 Oktober 2014 Waktu UTC: 06:23

Berita / Dunia / Eropa

Kelompok Marxis Turki Akui Ledakkan Kedubes AS

Dalam pernyataan yang dipasang di internet hari Sabtu, Partai Front Pembebasan Rakyat Revolusioner (DHKP-C) menyebut Amerika sebagai "pembunuh rakyat dunia."

Dubes AS untuk Turki, Francis J. Ricciardone menghibur seorang anggota keluarga pengawal Turki yang tewas dalam serangan bom di Kedubes AS di Ankara (2/2).
Dubes AS untuk Turki, Francis J. Ricciardone menghibur seorang anggota keluarga pengawal Turki yang tewas dalam serangan bom di Kedubes AS di Ankara (2/2).
Kelompok radikal Marxis Turki mengaku bertanggungjawab atas serangan bunuh diri hari Jumat di kompleks kedutaan besar Amerika di Ankara yang menewaskan seorang pengawal berkewarganegaraan Turki.

Dalam pernyataan yang dipasang di internet hari Sabtu, Partai Front Pembebasan Rakyat Revolusioner (DHKP-C) menyebut Amerika sebagai "pembunuh rakyat dunia."

Kelompok itu mengatakan "pejuangnya" telah melakukan aksi "pengorbanan diri." Kelompok tersebut mengatakan penyerang itu bernama Alisan Sanli dan memasang fotonya sedang mengacungkan senjata.

Pers Turki mengatakan pihak berwenang telah menahan tiga orang dalam kaitan serangan itu. Berbagai laporan berita menyebutkan ketiga orang itu ditahan polisi dalam operasi di Ankara dan Istanbul.

Hari Jumat, pemerintah Turki mengatakan mereka menduga kelompok militan sayap kiri terkait ledakan itu yang juga melukai penyiar terkenal Turki Didem Tuncay.

Amerika dan Uni Eropa memasukkan DHKP-C ke dalam daftar organisasi teroris. Kelompok itu, yang sangat menentang pengaruh Amerika terhadap kebijakan luar negeri Turki, diyakini bertanggungjawab atas serangkaian serangan mematikan dalam beberapa dekade terakhir.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: arwin dari: Indonesia
03.02.2013 12:54
Saya turut berduka atas tewasnya penjaga keamanan kantor kedutaan besar Amerika Serikat di Istambul Turky,moga sanak dan famili yang ditinggalkan mendapat ketabahan,mungkin Amerika Serikat dapat membantu penguasa Turky menangkap petinggi teroris marxis itu.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook