Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 21:10

Berita / Indonesia

Kantongi Ijin Pemerintah, Mobil Rakitan ESEMKA Mulai Dipasarkan di Solo

Puluhan mobil ESEMKA karya para pelajar SMK dari 33 daerah di Indonesia dipamerkan di Solo (10/11). Beberapa diantaranya sudah mengantongi ijin pemerintah untuk diproduksi massal dan bersaing dengan mobil impor.

Beberapa mobil Rakitan ESEMKA sudah mengantongi ijin untuk diproduksi massal, dan siap dipasarkan (VOA/YudhaSatriawan)
Beberapa mobil Rakitan ESEMKA sudah mengantongi ijin untuk diproduksi massal, dan siap dipasarkan (VOA/YudhaSatriawan)
UKURAN HURUF - +
Yudha Satriawan
Sekitar 50 mobil bermerk ESEMKA dengan berbagai model dipamerkan di kawasan Solo Techno Park, Sabtu siang (10/11). Ribuan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK dari 33 daerah di Indonesia berkumpul dan meluapkan kegembiraannya karena mobil rakitan ESEMKA dinyatakan pemerintah layak diproduksi massal dan dijual.

Direktur Solo Techno Park, Gampang Sarwono, mengatakan pusat perakitan mobil ESEMKA di Solo Techno Park ini menjadi pusat industri mobil rakitan ESEMKA. Menurut Gampang, Solo Techno Park menargetkan memproduksi 100 mobil rakitan ESEMKA per bulan, dengan dana pengembangan awal sekitar 100 miliar rupiah.

“Yang ada di sini berbagai model, ada pick up, minitruck, ada sedan SUV, minivan, kemudian ada juga double cabin. Yang layak jual dan sudah mengantongi surat ijin produksi massal baru dua, yaitu jenis SUV Rajawali dan pick up BIMA," kata Gampang Sarwono. "Harga pick up berkisar antara 60-75 juta rupiah, yang SUV sekitar 130-140 juta rupiah. Kalau catatan yang ada di kita sudah ada sekitar 10 ribu pemesan mobil ESEMKA ini," lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang pelajar SMK perakit mobil tersebut, Anas Irwansyah, mengaku senang dan bangga mobil rakitan ESEMKA  bisa diproduksi massal dan dijual pada masyarakat.

“Ya ini, saya sedang membuat interior mobil ESEMKA yang jenis pick up BIMA. Saya bangga dan senang mobil rakitan ESEMKA ini sudah bisa diproduksi massal dan masyarakat bisa membelinya. Semoga mobil rakitan ESEMKA ini bisa diterima masyarakat dan produksinya lancar,” kata Anas Irwansyah.

Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, yang meresmikan peluncuran dan pemasaran mobil ESEMKA di Solo Techno Park ini mengungkapkan mobil rakitan ESEMKA sudah menjalani berbagai uji standar kelayakan oleh pemerintah dan dinyatakan lulus. Menurut Rudy, mobil rakitan ESEMKA ini siap menjadi mobil nasional dan bersaing dengan mobil-mobil impor atau buatan luar negeri.

“(Dalam) Acara peluncuran atau launching ini, seluruh perijinan produksi mobil ESEMKA sudah kita selesaikan semua. Mulai dari uji emisi, uji tipe, ijin ke kementerian perindustrian, hingga ijin ke POLRI sudah kita tempuh, " kata Hadi Rudyatmo. "Hari ini adalah kebangkitan mobil nasional mulai dari awal peluncuran, produksi massal, hingga pemasaran mobil rakitan ESEMKA karya anak bangsa, para pelajar SMK,” lanjutnya.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: mochtar
11.11.2012 03:07
Esemka bila berhasil memasarkan unit2nya, sebaiknya segera mengirimkan pelajar2 untuk belajar design gambar prototipe mobil di rumah2 design mobil terbaik spt pininfarina untuk meningkatkan penjualan. Untuk menekan harga produksi masal dg manufacturing technology dapat melakukan temporary production sharing bersama misal Mercedes Benz, VW atau BMW seperti Tata India dan Skoda. Fokus sebaiknya untuk city car yang mungil dan cantik dengan mesin yg kecil seperty mini coopers, honda life, tata nano, vw polo. Minimal tiga prototipe mobil disiapkan, gambar artistik terlebih dahulu. Branding yang mendunia sangat penting.


oleh: Prana Djaya Rais dari: Tolitoli Sulteng
10.11.2012 20:25
Di peringatan Hari Pahlawan 10 November 2012 mobil SMK diluncurkan dan semoga menjadi berkah bagi bangsa ini.


oleh: dwi tirta bargain dari: jakarta
10.11.2012 09:49
inilah cikal bakal negri ini (indonesia) akan di segani di dunia industry

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya