Rabu, 25 Mei 2016 Waktu: 19:56

    Berita / AS

    Jagung Langka, 20 Pabrik Etanol di AS Berhenti Produksi

    Kekeringan berkelanjutan di Amerika berdampak kelangkaan jagung yang menyebabkan lebih dari 20 pabrik etanol berhenti berproduksi.

    Tanaman jagung dilanda kekeringan di Bennington, Nebraska, Amerika Serikat. (Foto: Dok)
    Tanaman jagung dilanda kekeringan di Bennington, Nebraska, Amerika Serikat. (Foto: Dok)
    Asosiasi Bahan Bakar Tergantikan, kelompok industri perdagangan etanol di Amerika, kepada kantor berita Associated Press mengungkapkan karena kelangkaan jagung, 20 dari 211 pabrik etanol di Amerika berhenti berproduksi setahun ini, termasuk lima pabrik pada bulan Januari.

    Walau umumnya berharap kembali berpoduksi, mereka tidak akan mungkin melakukannya sampai setelah jagung dipanen akhir Agustus atau September.

    Pakar-pakar industri tidak memperkirakan kekurangan etanol karena jutaan barel ditimbun dan 191 pabrik masih berproduksi.

    Tetapi kekhawatiran semakin meningkat mengenai tingginya harga jagung dan apa yang terjadi jika kekeringan berlanjut hingga musim tanam jagung mendatang.

    Lihat Juga

    HRW Kecam Industri Tembakau Terkait Pekerja Anak

    Meskipun UU Indonesia melarang anak-anak di bawah usia 18 tahun bekerja di lingkungan berbahaya, banyak anak yang bekerja di pertanian tembakau yang jumlahnya kini mencapai sekitar 500 ribu dan tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Selengkapnya

    Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi Pemetaan Dampak Gempa Bumi

    Aplikasi bernama Seismo Sense ini mampu mengkoordinasikan laporan masyarakat secara cepat dan lebih akurat untuk penanganan dampak gempa bumi yang lebih baik. Selengkapnya

    Penguasa Arab Saudi Beradaptasi dengan Era Media Sosial

    Penguasa Al Saud telah mulai mencoba membentuk debat daring dengan kampanye-kampanye media yang dikelola dengan sangat hati-hati. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami