Tautan-tautan Akses

Irak Serang ISIS untuk Rebut Provinsi Anbar


Pasukan Irak disiagakan di selatan Baghdad untuk membendung gerak maju militan ISIS (foto: dok).
Pasukan Irak disiagakan di selatan Baghdad untuk membendung gerak maju militan ISIS (foto: dok).

Pemerintah Irak menyatakan telah melancarkan serangan untuk merebut kembali provinsi Anbar, Irak Barat, dari kelompok militan Negara Islam (ISIS).

Pengumuman serangan oleh pemerintah Irak hari Selasa (26/5) di stasiun televisi pemerintah itu muncul kurang dari dua pekan setelah kelompok militan Islamis tersebut merebut ibukota Anbar, Ramadi.

Sejak itu, pasukan Irak dan milisi-milisi propemerintah berkumpul di sebelah timur Ramadi untuk mempersiapkan ofensif guna merebut kembali provinsi yang sebagian penduduknya Sunni itu.

Anbar adalah kawasan gurun yang luas yang membentang di sebelah barat ibukota Baghdad, ke perbatasan Irak dengan Yordania, bagian tenggara Suriah dan bagian timurlaut Arab Saudi. ISIS telah menguasai sebagian besar wilayah Anbar sejak tahun lalu, termasuk kota-kota besarnya seperti Fallujah.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan hari Senin bahwa Ramadi akan direbut kembali dalam waktu beberapa hari, dan bahwa ia yakin akan kemampuan pasukan Irak.

Wakil Presiden Amerika Joe Biden menelpon Abadi hari Senin, dalam upaya memuluskan hubungan kedua negara setelah Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter mempertanyakan kemauan pasukan Irak yang mundur dari Ramadi sewaktu pasukan ISIS bergerak memasuki kota itu.

Gedung Putih menyatakan Biden mengukuhkan kembali dukungan Amerika bagi Irak dalam pertempuran melawan kelompok militan itu, dan bahwa ia “mengakui pengorbanan luar biasa dan keberanian pasukan Irak”

di Ramadi dan di tempat-tempat lain di negara itu. Ia juga berjanji Amerika akan mempercepat pelatihan dan pengiriman perlengkapan.

Juga Senin, seorang pejabat pemerintah senior yang berusaha mengklarifikasi pernyataan Menteri Carter, mengatakan pernyataan itu khusus ditujukan pada pertempuran di Ramadi, dan bahwa rakyat Irak mengakui adanya kemacetan dalam komando militer, perencanaan dan pengerahan pasukan tambahan di sana.

XS
SM
MD
LG