Selasa, 18 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 18:57

Berita / Indonesia

Indonesia Upayakan Digitalisasi Manuskrip Perpustakaan Nasional

Hingga tahun 2014 mendatang, Indonesia menargetkan digitalisasi terhadap 10.000 manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Nasional.

Proses digitalisasi lontar di Dinas Kebudayaan Bali (29/5).
Proses digitalisasi lontar di Dinas Kebudayaan Bali (29/5).
UKURAN HURUF - +
Muliarta
Indonesia diperkirakan memiliki puluhan ribu manuskrip (naskah kuno) yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Pemerintah Indonesia mengupayakan digitalisasi untuk memelihara dan menjaga kondisi manuskrip berumur ratusan tahun tersebut. Hingga tahun 2014 mendatang, Indonesia menargetkan digitalisasi terhadap lebih dari sekitar 10.000 manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Nasional. 

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dra. Sri Sularsih, memberikan keterangan seusai pembukaan Kongres Pustakawan Asia Tenggara di Kuta Bali, Selasa siang (29/5). Sri Sularsih mengungkapkan proses digitalisasi ini nantinya juga akan diikuti dengan alih bahasa, sehingga manuskrip ini bisa dipelajari oleh masyarakat umum.

Menurut Sri Sularsih, pemerintah kini juga sedang melakukan pendekatan untuk mendapatkan salinan manuskrip Indonesia yang berada di berbagai perpustakaan di luar negeri. Terbukti sekitar 26.000 manuskrip kuno Indonesia saat ini berada di Perpustakaan Universitas Leiden Belanda.

Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Dra. Sri Sularsih (29/5).Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Dra. Sri Sularsih (29/5).
x
Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Dra. Sri Sularsih (29/5).
Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Dra. Sri Sularsih (29/5).
“Kita sudah berkunjung kemarin ke Leiden. Leiden juga sudah siap memberikan (salinan manuskrip) tetapi harus diletakkan ditempat yang terjaga. Semuanya siap untuk memberikan digitalnya, tapi yang mengembalikan naskah kuno sih rasanya tidak  ada,” demikian ungkap Dra.Sri Sularsih.

Pemerintah mengakui adanya keterbatasan dana yang menjadi kendala dalam pemeliharaan manuskrip. Tahun ini pemerintah hanya mampu mengalokasikan dana sekitar 400 milyar rupiah untuk program ini.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyatakan digitalisasi manuskrip adalah proses lanjutan. Yang terpenting adalah menjaga agar manuskrip tersebut tidak hilang dari Indonesia.

"Yang penting, jangan sampai hilang, karena nanti bisa dipergunakan pada waktunya. Kita khawatir kalau (pelaksanaan proses digitalisasi ini) tidak dikelola secara professional," kata Menkokesra Agung Laksono. "Proses ini penting sekali, tidak saja dapat dimanfaatkan (untuk mempelajari sejarah) tetapi (juga untuk) melestarikan peninggalan-peninggalan (leluhur) kita,” tambahnya.

Kepala Seksi Pengkajian dan Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Bali, Nyoman Budiartha menyatakan sejak tahun lalu pemerintah provinsi Bali telah melakukan digitalisasi terhadap 3000 lontar dari 6000 lontar yang ditargetkan. Digitalisasi tersebut terlaksana berkat bantuan Archieve Foundation dari Amerika.

“Total (pengeluaran) dibiayai oleh Amerika. Sisanya, diharapkan akan ada tambahan dana (dari pemerintah daerah) sehingga tercover (jumlah) 6000 (lontar) ini. Ternyata maaf, sampai detik ini belum ada,” ungkap Nyoman Budiartha.

Guna mempercepat proses digitalisasi manuskrip yang ada di daerah dan milik masyarakat, pemerintah kini telah mengembangkan pusat layanan digitalisasi di enam daerah. Diantaranya di Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, Jogya, dan Nusa Tenggara Timur.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: arya dhika dari: bogor
30.05.2012 11:48
wah bagus tuh selain menjaga peninggalan sejarah juga berbagi ilmu meski daya baca masyarakat indonesia masih kurang
saya mendukung upaya ini semoga sukses dan berjalan lancar


oleh: dhanipucung dari: jakarta
30.05.2012 00:27
semangat yah...^^
menurut aq usaha yg d'lakukan sudah bgs untuk menjaga peninggalan " sejarah...

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video VOA Sports-Teknologi Penentu Gol

Pada babak perempat final Piala Dunia 2010, tayangan ulang memperlihatkan pemain tim nasional Inggris, Frank Lampard mencetak gol, yang ternyata malah dianulir, karena wasit dan hakim garis tidak melihat bola mengenai garis gawang. Peristiwa ini mendesak FIFA, untuk terus menguji coba penggunaan “Teknologi Penentu Goal” yang akan digunakan untuk pertama kalinya, pada pertandingan piala konfederasi di Brazil, pertengahan Juni ini. Ikuti selengkapnya bersama Rafki Hidayat dari VOA Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang anak laki-laki melompat dari platform setinggi 10 meter di sebuah kolam renang di kota Tirol, Australia.
  • Seorang polisi wanita mengarahkan lalu lintas di tengah jalan di Pyongyang, Korea Utara.
  • Seorang wanita melempar garam dan cabe ke arah polisi yang memblokir jalan selama protes sengketa tanah di Phnom Penh, Kamboja.
  • Awan gelap tampak menyelimuti kota Paris, Perancis, menjelang terjadinya hujan badai.
  • Kabut menutupi kota Singapura yang diperparah dengan tingginya indeks standar polutan (PSI) pada pukul 4 sore waktu setempat.
  • Polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran mahasiswa yang memprotes rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM di Makassar, Sulawesi Selatan.
  • Sebuah pesawat Boeing 737 milik maskapai Qantas, Australia terbang melalui pelangi di atas kota Sydney, Australia..
  • Para pemain Italia bersantai di Samudera Atlantik menjelang pertandingan sepak bola Piala Konfederasi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • Seorang karyawan berpose dengan patung yang dibuat dari perunggu dan gading berjudul 'Tanara' karya Chiparus Demetre yang dipajang di rumah lelang Bonhams di London.
  • Pemandangan planet Bumi yang terlihat dari ruangan Cupola (kubah) pada Stasiun Antariksa Internasional (ISS) yang berada sekitar 300 kilometer di atas Bumi.
  • Ratu Inggris Elizabeth II dan anggota keluarga kerajaan meninggalkan Kapel St George setelah menghadiri Upacara tahunan di kastil Windsor, Inggris.
  • Arus sungai bergerak cepat menerpa sebuah patung Hindu selama hujan deras dan air pasang di kota Rishikesh, negara bagian Uttrakhand, India.
  • Puteri dari negara bagian Connecticut, AS Erin Brady bereaksi saat ia dimahkotai oleh Miss USA 2012 Nana Meriwether dan terpilih menjadi Miss USA 2013 di Planet Hollywood Resort and Casino di Las Vegas, Nevada.
  • Petugas pemadam kebakaran kota Bern mengumpulkan koloni lebah madu dari sebuah jendela rumah yang terbakar, dengan memakai pakaian pelindung dari sengatan lebah. Segerombolan lebah akan diberikan kepada peternak lebah lokal.
  • Sebuah kereta api bergerak melalui rel kereta yang tegenang banjir setelah hujan lebat di kota Mumbai, India.
Lainnya