Kamis, 21 Agustus 2014 Waktu UTC: 08:12

Harga Sembako Mulai Naik Menjelang Ramadhan

Menjelang bulan Ramadhan harga beberapa kebutuhan pokok atau sembako melonjak drastis. Selain beras, harga telur ayam, daging sapi dan daging ayam pun melonjak. Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat terutama para ibu rumah tangga.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat (26/7). Menjelang Ramadan, harga bahan pokok termasuk beras mulai terasa.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat (26/7). Menjelang Ramadan, harga bahan pokok termasuk beras mulai terasa.
R.Teja Wulan

Harga beberapa kebutuhan pokok yang naik di pasaran di antaranya beras, telur ayam, daging sapi dan daging ayam. Harga beras kualitas sedang yang biasanya dijual antara 6.800-7.000 rupiah per kilogram, saat ini harganya melonjak hingga 8.500 rupiah per kilogram. Bahkan, beras kualitas terbaik yang dulu hanya 8.000 rupiah per kilogram, kini naik hingga 12.000 rupiah per kilogram.

Telur ayam yang merupakan lauk pauk andalan masyarakat pun harganya ikut melambung. Di beberapa pasar tradisional di Jawa Barat harga telur ayam yang biasanya 14.000 rupiah per kilogram, kini naik hingga mencapai 20.000 rupiah per kilogram. Menurut para pedagang, pasokan barang yang berkurang di pasaran menjadi penyebab kenaikan tersebut.

Seorang pedagang bernama Asep mengeluh. “Naik, naik semua jenis beras. Sekarang masih dalam masa tanam, pasokan kurang, stok gabah tidak beraturan," ujarnya.

Sementara itu, Jumadi, yang juga seorang pedagang menyebut penyebabnya adalah sudah usainya panen raya. "Ada juga panen, tapi panen kecil-kecilan," tambahnya.

Di Pasar Kosambi ini juga, harga daging ayam melonjak hingga 28.000 rupiah per kilogram.
Di Pasar Kosambi ini juga, harga daging ayam melonjak hingga 28.000 rupiah per kilogram.

Selain beras dan telur ayam, harga komoditi lain yang ikut melonjak yaitu daging sapi dan daging ayam. Jika dulu masyarakat bisa membeli daging ayam dengan harga 22.000 rupiah per kilogram, kini harganya naik hingga 28 ribu rupiah per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi pun ikut naik dari harga 50 ribu rupiah menjadi 62 rupiah per kilogram. Masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut, khususnya ibu rumah tangga.

“Tolonglah, pemerintah bantu jangan sampai naik seperti itu. Kalau sembako, kita butuh harian, apalagi beras. Kalau bagi yang punya penghasilan tetap juga sudah berat, apalagi yang tidak punya penghasilan tetap," ujar Susi, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di sebuah pasar tradisional di Bandung.

Sementara itu, menanggapi adanya kenaikan harga pada beberapa kebutuhan pokok tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan bahwa kenaikan harga merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi menjelang bulan Ramadhan.

Ia mengatakan, “Bahwa kemudian ada kenaikan, tiap tahun menjelang (bulan) puasa ada kenaikan terus-terusan. Inilah psikologis kebanyakan. Psikologis itu artinya karena ini bulan puasa, kalau bulan puasa itu tiap-tiap tahun biasanya naik. Psikologis, kan?"

Selain akibat pasokan yang berkurang ke pasaran, para pedagang menduga adanya ulah spekulan di balik kenaikan harga sembako tersebut. Karenanya, Gubernur Jawa Barat juga akan melakukan tindakan untuk mencegah ulah para spekulan.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Spekulasi itu pelanggaran kriminal. Kalau ternyata ada orang mau menimbun ini, itu, maka pasti akan kita laporkan ke kepolisian."

Jika harga sembako di pasaran terus menerus melonjak dan tidak kunjung stabil, pemerintah berencana mengambil tindakan melalui operasi pasar. Dalam operasi pasar, biasanya masyarakat bisa membeli berbagai barang kebutuhan pokok dengan harga murah yang telah ditetapkan pemerintah.

Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda