Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:32

Berita / Ekonomi

Negara-negara G7 Berselisih soal Pengaturan Nilai Mata Uang

Menteri-menteri Keuangan negara-negara G7 mengatakan mereka tetap berkomitmen untuk membiarkan kekuatan pasar menetapkan nilai mata uang.

Langkah stimulus Jepang dituduh sebagai upaya menurunkan nilai Yen untuk membuat produk Jepang kompetitif di pasaran, seperti yang dilakukan Tiongkok (foto: dok).
Langkah stimulus Jepang dituduh sebagai upaya menurunkan nilai Yen untuk membuat produk Jepang kompetitif di pasaran, seperti yang dilakukan Tiongkok (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Negara industri terkemuka dalam kelompok G-7 kini berupaya meredakan ketegangan tentang caranya bagi mereka untuk menetapkan nilai mata uang mereka. Sebuah pernyataan dari Menteri-menteri Keuangan negara-negara G7 mengatakan mereka tetap berkomitmen untuk membiarkan kekuatan pasar menetapkan nilai mata uang.

Komentar itu menyusul berbagai tuduhan beberapa negara menurunkan nilai mata uang mereka untuk mendukung ekonomi mereka dengan membuat nilai ekspor mereka lebih murah di pasar luar negeri. Mata uang yang lemah juga bisa merugikan ekonomi dengan memicu inflasi.

Para ekonom khawatir bahwa negara-negara itu akan mulai bersaing bagi mata uang yang terlemah, yang akan memicu siklus devaluasi balas-membalas yang bisa menjadi tidak terkendali.

Kelompok G7 mencakup Amerika, Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Kanada, dan Jepang. Upaya stimulus ekonomi oleh Jepang kadang-kadang juga terus menurunkan nilai mata uang Yen.

Sebelumnya, Amerika mengeluh bahwa Tiongkok merendah-rendahkan nilai mata uangnya, yang merugikan ekspor Amerika dan menciutkan lapangan kerja bagi orang Amerika. Brasil telah mengecam Amerika atas kebijakan-kebijakan perekonominya, seperti tingkat suku bunga yang sangat-rendah dan meningkatkan pasokan uangnya, yang melemahkan nilai dolar terhadap mata uang Brazil.

Pejabat-pejabat tinggi dalam kelompok G20 bertemu pekan ini di Moskow.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Remaja Berprestasi dan Berkontribusi di AS (3) - VOA Dunia Kita

Masih dari Thomas Jefferson High, SMA no. 4 terbaik di AS versi majalah “U.S. News & World Report”, Ian dan Ariadne menjawab pertanyaan Sahabat Dunia Kita tentang metode pengajaran sekolah-sekolah di AS. Juga jangan lewatkan serunya ajang kompetisi robotik internasional tingkat SMA, di Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya