Kamis, 23 Oktober 2014 Waktu UTC: 02:21

Berita / Indonesia

BKKBN Kenalkan Remaja pada Program KB

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana meluncurkan program keluarga berencana bagi remaja untuk menekan pertumbuhan penduduk.

Dari 240 juta penduduk Indonesia, 64 juta diantaranya adalah remaja dan diharapkan memahami konsep keluarga berencana sejak dini. (Foto: Dok)
Dari 240 juta penduduk Indonesia, 64 juta diantaranya adalah remaja dan diharapkan memahami konsep keluarga berencana sejak dini. (Foto: Dok)
Muliarta
Sebagai upaya mengatasi pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat, pemerintah Indonesia mengembangkan program generasi berencana (Genre), untuk mengajak remaja mulai merancang kehidupannya, dari merencanakan usia perkawinan, masa hamil, jarak kehamilan hingga jumlah anak.

Inspektur Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Mieke Selfia Sangian, mengatakan Rabu (13/2) bahwa tanpa program Genre ini, Indonesia dikhawatirkan mengalami ledakan jumlah penduduk.

Data sensus penduduk 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 238,6 juta jiwa, 64 juta jiwa diantaranya merupakan remaja.

Menurut Mieke, jika tidak ada perencanaan dari para remaja sejak dini, maka pertumbuhan penduduk di Indonesia akan terjadi dengan cepat. Saat ini rata-rata pertambahan jumlah penduduk di Indonesia mencapai tiga juta sampai empat juta jiwa per tahun. 

“Pertambahan penduduk itu harus kita tekan, dengan total fertility rate 2,1 sesuai dengan target RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional). Namun secara nasional 2,6 stagnan. Kita memaklumi di era otonomi seperti ini, petugas lapangan kurang,” ujarnya di Denpasar.
Total Fertility Rate (TFR) atau angka kesuburan total adalah jumlah anak yang akan dipunyai seorang wanita selama masa reproduksinya per 1000 wanita.

Mieke mengatakan, program Genre pada dasarnya juga bertujuan untuk menghindarkan remaja dari infeksi menular seksual dan narkotika serta obat-obatan terlarang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) daerah Bali, Ketut Sukanata, mengusulkan adanya pendidikan seks dan reproduksi bagi remaja untuk mendukung program Genre

“Kesehatan reproduksinya dulu yang harus dipahami, ini yang parah di negara kita, karena masih dianggap tabu. Kalau kita bicara ke muatan kurikulum sekolah masih jauh, karena disampaing muatan sekolah sudah terlalu banyak, kita juga belum menganggap ini sebagai hal yang sangat perlu,” ujarnya.

Seketaris Daerah Provinsi Bali I Made Jendra pertumbuhan jumlah penduduk telah melebihi dari jumlah perkiraan, seperti pertumbuhan penduduk yang terjadi di Bali

“Pertumbuhan penduduk Bali mengalami peningkatan secara signifikan, dari 1,26 persen pada tahun 2000 menjadi 2,12 persen pada 2010. Kita harapkan menurun menjadi 1,1 persen pada 2014,” ujarnya.

Guna lebih mengoptimalkan implementasi upaya pengendalian penduduk, pemerintah Indonesia sedang berupaya mensosialisasikan program Genre ke seluruh pelajar di Indonesia.  Program Genre diharapkan menjadi sebuah gaya hidup di kalangan remaja.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook