Sabtu, 25 Oktober 2014 Waktu UTC: 15:18

Berita / Indonesia

11 Anggota Kopassus Terlibat Penyerangan Lapas Cebongan

Tim investigasi TNI Angkatan Darat memastikan, 11 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus), terlibat dalam peristiwa penyerangan lembaga pemasyarakatan Cebongan Sleman Yogyakarta

Para polisi melakukan pengawalan ketas atas Lapas Cebongan di Sleman, Yogyakarta pasca terjadinya serangan oleh beberapa orang bersenjata (23/3).
Para polisi melakukan pengawalan ketas atas Lapas Cebongan di Sleman, Yogyakarta pasca terjadinya serangan oleh beberapa orang bersenjata (23/3).
Andylala WaluyoFathiyah Wardah
Penyelidikan peristiwa penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Klas II B Cebongan Sleman Yogyakarta oleh Tim 9 Puspom TNI Angkatan Darat terus menemui titik terang.

Ketua Tim Investigasi (Tim 9) Wakil Komandan Puspom TNI Angkatan Darat, Brigjen TNI Unggul T Yudhoyono dalam keterangannya di Dinas Penerangan TNI AD Jakarta, hari Kamis (4/4), menjelaskan pelaku penyerangan lapas Cebongan Sleman adalah dilakukan oleh 11 oknum anggota Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan Kartasura.

"Bahwa secara ksatria, dan dilandasi oleh kejujuran yang tinggi serta bertanggung jawab. Serangan ke Lapas 2 Cebongan Sleman pada tanggal 23 Maret 2013 pukul 00 waktu Indonesia bagian barat tersebut, diakui, dilakukan, oleh oknum anggota TNI Angkatan Darat dalam hal ini adalah dari Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartosuro. Yang mengakibatkan terbunuhnya 4 tahanan preman," papar Unggul Yudhoyono.

Dalam penyerangan itu tambah Unggul, ke 11 anggota Kopassus itu terdiri dari satu eksekutor dengan inisial U dan 10 orang pendukung, dengan menggunakan 2 unit kendaraan Avanza biru dan APV Hitam. Tindakan penyerangan, menurut Unggul merupakan reaksi spontan atas tewasnya anggota Grup 2 Kopassus Serka Heru Santoso pada 19 Maret 2013, dan pembunuhan mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono oleh para preman Yogyakarta.

Unggul menambahkan, "Penyerangan yang berakibat pembunuhan empat preman tersebut, bermotif tindakan reaktif karena kuatnya rasa jiwa corsa serta membela kehormatan kesatuan."

Seputar penggunaan senjata api dalam penyerangan itu, Ketua Tim Investigasi (Tim 9) Wakil Komandan Puspom TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Unggul T. Yudhoyono menjelaskan, para pelaku menggunakan 6 pucuk senjata api, yang terdiri dari 1 buah pistol otomatis Sig Sauer, tiga AK-47 dan dua AK-47 replika.

Para pelaku penyerangan lapas Cebongan Sleman ini menurut Unggul, tengah menjalani proses hukum yang langsung ditangani oleh Puspom TNI AD.

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat kabinet terbatas bidang politik hukum dan keamanan pada senin (1/4) lalu menginstruksikan kepada kapolri dan panglima TNI, agar secepatnya mengusut tuntas kasus ini serta memproses hukum siapapun yang terlibat.

Presiden Yudhoyono mengatakan, "Saya sudah menerima laporan dari Kapolri dan Panglima TNI beberapa jam setelah peristiwa penyerangan itu. Dan kepada kedua pejabat itu, saya keluarkan instruksi untuk mengusut secara tuntas, menegakkan hukum, dan siapapun yang telibat dan terbukti bersalah harus diberikan sanksi hukum. TNI dalam hal ini Kepala staf Angkatan Darat telah membentuk tim investigasi, ini saya dukung penuh. Demikian pula dengan langkah-langkah Polri yang telah melakukan penyelidikan, saya dukung penuh."

Selanjutnya, Presiden SBY juga memerintahkan agar penyelidikan dapat dituntaskan dan laporan pertanggungjawaban kepada rakyat semuanya dilakukan secara transparan, akuntabel, serta dengan menegakkan profesionalisme para penegak hukum.

Peristiwa penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Cebongan Sleman Yogyakarta (23/3) ini sebelumnya diawali dengan tewasnya Serka Heru Santoso (31), anggota Kopassus Kandang Menjangan Kartasura, oleh sejumlah preman di Hugo`s Cafe Maguwoharjo (19/3).

Insiden penembakan di Lapas Cebongan itu, menyebabkan empat tersangka kasus pembunuhan Sersan Satu Heru Santoso tewas. 

Keempat tersangka yang tewas dalam penyerangan itu adalah Angel Sahetapi alias Deki (31), Adrianus Candra Galaga alias Dedi (33), Gameliel Yermiayanto Rohi alias Adi (29), dan Yohanes Yuan (38).
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 3
    Berikutnya 
oleh: putra dari: medan sumut
22.04.2013 09:10
penyerangan lapas cebongan oleh Kopassus merupakan salah satu bukti bahwa kepercayaan terhadap polisi dalam menuntaskan premanisme sudah sangat memprihatinkan..


oleh: adi dari: menado
13.04.2013 07:12
preman ngelawan kopasus,?...kopasus vs komnas HAM?.ngopi aja dulu bro...sambil nunggu kabar selanjutnya..


oleh: marco dari: yogya
13.04.2013 06:26
bapak2 dan ibuk2 yg di komnas HAM sy rasa bapak2 dan ibuk2 org yg sangat berpendidikan bkn preman....knp ANDA-ANDA malah membela preman?????????


oleh: marco dari: yogya
13.04.2013 06:23
kayak nya andyse keluarga preman


oleh: fajar dari: semarang
11.04.2013 09:01
pada adise itu bicara macam lidah tak berpikir,bapak-bapak kopassus itu bertindak karena ada sebab baru ada akibat pak..rekan dibunuh preman-preman,massa bapak-bapak kopassus yang lainnya kok diam nggak mungkinlah..pasti marah besar..apalgi mereka pasukan elit negara.klo saya pribadi memang preman itu pantas dibantai mati...biar preman-preman yang lain juga takut klo bunuh anggota kopassus...pasti akibatnya begini.


oleh: oncom dari: jakarta
11.04.2013 08:24
seru nih :)
itu bukan anggota KOMNAHAM ataupun anggota DPR, melainkan anggota YAHUDI, dengan alih" HAM, mereka menyudutkan KOPASSUS, agar KOPASSUS NKRI hancur, karna dari seluruh dunia khususnya ISRAEL dan AMERIKA SERIKAT takut akan KEBERANIAN dan KESETIAAN KOPASSUS NKRI pada NEGARA dan KESATUAN mereka, jadi untuk menghancurkan KOPASSUS, salah satunya dengan cara ini.
jangankan jogja, JAKARTApun ingin DAMAI dan TENTRAM tanpa PREMANISME.
Musuh kita bersama itu bukan malaysia, anggota KOMNASHAM, ataupun anggota pejabat yg lain, melainkan YAHUDI dan ANTEK"NYA.


oleh: SRIWIDODO dari: JAKARTA
11.04.2013 04:46
Hidup Kopasus Dalam Pelanggaran Hukum Preman lebih Sadis Telah Membunuh teranga2an seorang prajurit Kopasus dengan berani menjadi seorang kopasus mati dalam perang membela negara terhormat tapi di tangan preman suatu malapetaka dan merendahkan sebagai seorang abdi negara dan ke satuan TNI brantas premanisme kalau perlu penembak jitu untuk preman sebaik nya preman itu jangan di bela mati matian hanya karena Ham jadi preman gak takut untuk melakukan kejahatan dengan kopasus aja gak takut apa lagi rakyat sipil...karena akan berlindung dengan Ham preman yang membunuh aparat seharus nya di hukum Mati!!!!! semangat kopasus jaga kaluarga ( kesatuan ) dan bangsa Mu.....jangan kalahmental dengan Preman.....


oleh: Anonim
09.04.2013 02:06
kopassus aja dibantai oleh preman apalagi kita orang biasa pasti lebih sadis preman memperlakukan kita


oleh: Ahmad Yusuf dari: Tuban Jawatimur
09.04.2013 02:01
satu-satunya kebanggaan kita dimata dunia Kopassus malah dibantai preman tapi Ham dal LSM kok malah membela premannya mati-matian. ya mungkin mereka kurang kerjaan kali.


oleh: joy dari: flores
08.04.2013 01:50
preman kok..... dibela.....mati-matian. emang aneh tu....orang2.
sementara kopasus yang berjuang demi bangsa malah di pojokan terus.... kasian juga ya,,,,, bapak-bapak kopasus...

Komentar halaman dari 3
    Berikutnya 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook